Kasih Menyelamatkan Kita

  • Sirakh 5:1-8, Markus 9:41-50

Shalom,

Dalam kehidupan sehari-hari, para murid Kristus hidup berdampingan dengan banyak orang lain yang mempunyai keyakinan iman yang berbeda. Sekalipun berbeda iman, Kristus mengajarkan kita untuk tetap saling mengasihi.

Di dalam relasi tersebut sangat bisa terjadi ada orang-orang yang tertarik dengan ajaran-ajaran Kristus yang dilakukan para murid dengan mengasihi semua orang dengan tulus, mengampuni orang yang berulang kali berbuat salah dan lain sebagainya, sehingga mereka meniru apa yang dilakukan para murid atau memberi pertolongan kepada para murid untuk dapat beribadat dan melakukan banyak perbuatan kasih lainnya.

Lihat juga: Mengasihi Karena Dikasihi Allah

Kristus menegaskan, setiap perbuatan kasih seperti yang diajarkanNya, siapapun yang melakukannya, pasti berkenan dihadapan Allah. Karena itu Kristus melarang Yohanes mencegah orang memakai NamaNya untuk mengusir setan.

Setiap perbuatan kasih, terlepas apakah itu suatu perbuatan besar atau hal-hal yang sederhana, tetap berkenan bagi Allah: ‘Siapa saja yang memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya’.

Lihat juga: Mujizat Kasih

Memberi minum secangkir air tentu bisa dilakukan oleh semua orang, suatu perbuatan yang sangat sederhana, tetapi yang dilihat Tuhan, bukan perbuatannya, melainkan kasih yang ada dibalik perbuatan itu.

Di sisi lain, kalau kita menerima uluran kasih dari orang-orang di sekitar kita, mari ingat bahwa itu bukan karena kehebatan/kebaikan kita, tetapi karena orang tersebut bersimpati dan kagum kepada Kristus, yang telah mengajarkan dan memampukan kita untuk melakukannya.

Lihat juga: Menggembalakan Domba-domba Kristus

Perbuatan ‘kecil’ dapat mendatangkan berkat Allah bagi kita kalau didalamnya ada kasih. Akan tetapi sebaliknya, Kristus dengan cukup keras dan dengan menggunakan gaya bahasa hiperbolist juga mengingatkan bahwa perbuatan kecil dapat menyesatkan orang disekitar kita, atau membuat orang menolak menerima Kristus, karena melihat kelakuan murid-muridNya yang berbuat kasar, arogan, tidak jujur atau sering menyakitkan hati orang lain.

Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru

Kalau kita masih sering bersikap negatif seperti itu, Kristus mengatakan kita harus berani melepaskan penyebab-penyebab perbuatan itu sekalipun untuk melepaskannya terasa sangat menyakitkan.

‘Jika tanganmu, kakimu, matamu menyebabkan engkau berdosa, buanglah (penggal, cungki) itu semua karena lebih baik engkau masuk kedalam hidup (kekal) dengan tubuh yang cacat, daripada dengan tubuh yang lengkap pergi kedalam neraka, ke dalam api yang tidak terpadamkan’.

Lihat juga: Membawa Persembahan untuk Tuhan

Sirakh menyampaikan Firman Allah yang sama tentang hal ini dengan mengambil contoh kekayaan sebagai hal yang paling sering membuat kita melawan kehendak Allah: ‘Jangan mengandalkan kekayaanmu (untuk masuk kedalam kebahagiaan kekal) dan jangan berkata: ‘Ini cukup bagiku’.

Hati dan kekuatanmu jangan kau turuti untuk berlaku sesuai dengan hawa nafsu hatimu’ (Sirakh 5:1-2).

Lihat juga: Hati Kita Bagi Kemurahan Kasih Tuhan

Kekayaan dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka yang miskin, memberi jalan keluar bagi yang sedang berputus asa atau mendanai karya-karya penginjilan dan lain-lain.

Dalam hal ini kekayaan menjadi berkenan dihadapan Tuhan karena digunakan untuk berbelas kasih. Tetapi kekayaan juga dapat membuat kita menjauh dari Tuhan, tidak mau banyak tergantung lagi kepadaNya, menjadi sombong, merendahkan dan menindas orang yang lebih lemah sehingga sangat melukai hati dan menyebabkan orang kecewa kepada Tuhan.

Lihat juga: Melayani dengan Ketulusan Hati

Kekayaan bersifat netral. Begitu juga dengan segala kepandaian, dengan tangan/ kaki/ mata. Tinggal bagai mana kita mau memanfaat kannya agar dapat menjadi berkat dan bukan kutukan untuk diri kita.

Lakukanlah segala hal dengan kasih yang diajarkan Kristus agar kita semua dapat dilayakkan menikmati keselamatan kekal.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Syukuri Segala Anugerah Kasih Tuhan


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Nobar Zoom”, Katekese: Kesaksian Pribadi, Panggilan Hidup, komunitas online Santo Carlo Acutis, Buat Gen Alpha untuk Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus, Tips dan Pesan dari Kak Melki Pangaribuan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading