12 April 2024

Kelola Pernapasan Bantu Kurangi Kecemasan

1

HATIYANGBERTELINGA.COM – Pakar spesialis dalam dari Kelompok Staf Medis Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Hamzah Shatri, SpPD, K-Psi, MEpid, mengatakan mengambil napas dalam lalu mengeluarkan perlahan adalah metode relaksasi sederhana mengurangi kecemasan.

“Mengambil napas dalam, mengeluarkan perlahan, membuat tubuh menjadi rileks, membuat sistem saraf otonom yang mengendalikan berbagai macam alat-alat yang ada di tubuh menjadi stabil sehingga keseimbangan kembali,” ujar Hamzah dalam diskusi yang digelar RSCM – ILUNI FKUI secara daring, dikutip Rabu (8/11/2023).

Lihat juga: Lima Kiat Kurangi Kecemasan dari Berita Buruk

Lihat juga: Mengatasi Kecemasan dan Serangan Panik

Menurut Hamzah, seseorang yang dilanda cemas juga bisa melakukan bentuk-bentuk relaksasi lainnya.

Namun, sambung dia, umumnya individu memiliki coping mechanism atau strategi koping, yakni strategi seseorang ketika menghadapi perasaan tak nyaman seperti stres dan cemas misalnya dengan mendengarkan musik.

Di sisi lain, menerapkan pola hidup sehat termasuk berolahraga sesuai kemampuan juga mampu mengurangi kecemasan karena meningkatkan endorfin.

Lihat juga: Empat Manfaat Mandi Air Dingin dan Risikonya

Lihat juga: Bercerita Dapat Cegah Bunuh Diri

“Kita melakukan pola hidup sehat meliputi olahraga, makan makanan yang baik dan teratur, tidak mengonsumsi yang mudah menimbulkan kecemasan seperti kopi, kebiasaan merokok. Ada zat-zat yang menstimulasi timbulnya kecemasan. Kafein itu stimulan,” kata Hamzah menjelaskan.

Hamzah menuturkan, dalam menangani cemas, seseorang tak hanya dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis jiwa namun juga pakar penyakit dalam karena karena ada keluhan seperti mudah lelah, sulit tidur, sulit konsentrasi, berdebar-debar, perut kurang nyaman, nyeri perut dan lainnya.

Lihat juga: Tips Atasi Trauma Hal Kompleks

Lihat juga: Manfaat dari Efek Tidur Siang Sesaat

“Kemudian dilakukan diagnosis ternyata ini lebih banyak berhubungan dengan cemas, emosi negatif, karena organnya sendiri mungkin bagus tapi timbul gejala fisik yang didasari masalah psikologis, disebut penyakit psikosomatik fungsional,” tutur dia.

Untuk menetapkan diagnosis, dokter umumnya melakukan wawancara, kemudian melakukan pemeriksaan fisik terkait apa yang dikeluhkan termasuk memeriksa organ-organ pasien.

Dokter juga bisa meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang baik laboratorium, tes darah, yang diperlukan sesuai keluhan.

Lihat juga: Kunci Bahagia: Nikmati Momen Saat Ini

Lihat juga: Olahraga Aerobik Cegah Serangan Jantung

Hamzah menambahkan, penyakit psikosomatik yang bersumber dari cemas sangat banyak di masyarakat, apalagi di tengah berbagai macam masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, sayangnya mereka yang berobat pada kondisi awal-awal sangat sedikit, kemungkinan masih malu mengungkapkan kondisinya.

“Mungkin pengetahuan mengenai cemas perlu ditingkatkan sehingga banyak yang bisa tertangani oleh tenaga medis atau sendiri,” kata dia yang menekankan pengobatan cemas tidak sekedar obat, tetapi, juga mengatasi sumber masalahnya.

Lihat juga: Dokter Lahargo: Emosi yang Tidak Dikendalikan akan Menimbulkan Masalah, Ini Tujuh Tips Mengatasinya!

Lihat juga: 11 Masalah yang Terjadi Saat Tubuh Kurang Asupan Sayur


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

1 thought on “Kelola Pernapasan Bantu Kurangi Kecemasan

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading