Kiat Kelola Stres sebagai Orang Tua

HATIYANGBERTELINGA.COM – Dalam menjalani keseharian, seseorang bisa mudah untuk merasa stres dan kewalahan, terutama jika menjalani peran sebagai orang tua.

Dikutip dari Popsugar, Selasa (14/11/2023), seorang dokter dari Harvard Aditi Nerukar menyebut ketika mengalami stres, otak mengirimkan sinyal stres ke tubuh yang disebut respons melawan atau lari.

Lihat juga: Empat Gaya Hidup Orang yang Umur Panjang

Lihat juga: Yura Yunita: Menulis Lagu dapat Hilangkan Stres

Respons biologis inilah yang digambarkan sebagai “perasaan stres” yang menyebabkan jantung berdebar kencang, wajah memerah, napas lebih cepat, dan pikiran negatif.

Ada beberapa cara efektif untuk mengatasi stres yang semakin meningkat dalam jangka pendek dan mencegahnya memburuk dalam jangka panjang.

Pertama lakukan pernapasan dengan diafragma karena nafas adalah pintu gerbang untuk mengurangi stres. Respons stres dengan mengaktifkan pernapasan yang cepat dan dangkal.

Lihat juga: Kenali Gejala Stres Anak

Lihat juga: Lima Tips Tinggal Sama Orang Tua

Memperlambat pernapasan ketika mengambil napas dalam-dalam akan mengirimkan sinyal ke amigdala untuk beralih dari mode melawan-atau-lari ke mode istirahat dan cerna.

Cara melatih pernapasan diafragma adalah, pertama, letakkan satu atau kedua tangan di perut, lalu tarik napas perlahan melalui hidung, biarkan perut terangkat. Buang napas perlahan melalui hidung atau mulut, biarkan perut mengempis.

Ulangi siklus pernapasan diafragma ini selama tiga siklus napas. Setelah itu beristirahatlah, bernapaslah dengan normal, lalu ulangi untuk beberapa siklus lagi.

Lihat juga: Kelola Pernapasan Bantu Kurangi Kecemasan

Lihat juga: Mengatasi Kecemasan dan Serangan Panik

Memperlambat pernapasan dengan cara ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatur ulang otak dan tubuh agar mengurangi stres. Cara itu secara aktif menurunkan regulasi respons stres pada saat itu.

Selain itu, seseorang juga bisa melakukan Metode Berhenti-Bernafas (stop-breath-be). Metode ini membantu memperkuat hubungan pikiran dan tubuh di mana pun dia berada, dengan siapa dia berada, atau apa pun yang dia lakukan.

Jika dilakukan beberapa kali sepanjang hari, metode itu juga dapat memperlambat stres yang tak terkendali.

Lihat juga: Empat Manfaat Mandi Air Dingin dan Risikonya

Lihat juga: Empat Tips Finansial Sehat untuk Milenial

Seseorang dapat mempraktikkan metode ini saat melakukan tugas sehari-hari dan berulang, termasuk mencuci piring, membungkus kado, atau memasak.

Metode bernapas itu juga dapat dipraktikkan tepat sebelum momen menegangkan seperti pesta liburan, kunjungan keluarga, memesan perjalanan liburan, atau berbelanja oleh-oleh.

Luangkan waktu sejenak dan hentikan tugas yang akan dilakukan. Ambil napas dalam-dalam dan tenangkan diri. Lalu fokuslah pada saat ini.

Lihat juga: Cara Mengatasi Overthinking

Lihat juga: Hirup Aroma Alam Buat Sejahtera Manusia

Terakhir, memanfaatkan hubungan pikiran-tubuh juga bisa dengan teknik yang disebut meditasi gerakan.

Setiap hari, usahakan untuk berjalan-jalan sebentar di luar ruangan jika memungkinkan.

Pertahankan kecepatan tetap dan fokus pada kaki saat mengartikulasikannya di tanah. Perhatikan juga pernapasan dan postur tubuh saat berjalan.

Mulai gerakan itu selama lima menit sehari yang dapat membuat perbedaan dan membantu menghilangkan stres. Lalu terapkan bertahap hingga 20 menit setiap hari.

Lihat juga: Sports Therapy Membentuk Tubuh Bugar Sehat

Lihat juga: Kiat Mengatur Ulang Tubuh Usai Liburan

Ganti sesi dengan beberapa meditasi gerakan. Teknik itu membantu seseorang keluar dari pikiran dan kembali ke tubuhnya, dan ini merupakan cara yang sangat efektif untuk menghilangkan stres dari dalam ke luar.

Ketiga teknik sederhana, namun, efektif itu dapat dengan mudah diterapkan dalam kehidupan yang padat jadwal sebagai orang tua yang sibuk dengan sedikit usaha.

Masing-masing membutuhkan sedikit investasi waktu tetapi dapat memberi imbalan besar dalam mengatur ulang stres pada musim liburan.

Lihat juga: Lima Kiat Liburan Akhir Tahun

Lihat juga: Lima Kegiatan Edukatif Saat Liburan Anak


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Cara Atasi Ngorok Supaya Tidur Pulas

    HATIYANGBERTELINGA.COM – Mendengkur atau ngorok secara medis dikenal sebagai “snoring”, sering kali hanya dianggap gangguan tidur ringan. Namun, suara napas yang keras saat tidur itu bisa menjadi gejala kondisi yang

    Tiga Kiat Jaga Kehangatan Relasi Asmara

    HATIYANGBERTELINGA.COM – Dalam menjalani hubungan jangka panjang kerap menghadapi berbagai persoalan seperti mudah merasa bosan, mudah tersinggung atau bahkan masalah kecil mudah membesar. Pelatih hubungan, motivator dan penulis Javal Bhatt

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading