Dipersatukan dalam Kasih Kristus

Kisah Para Rasul 7:55-60

Wahyu 22:12-14, 16-17, 20

Yohanes 17:20-26

Shalom,

Kristus berdoa: ‘Bapa, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka: supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, Engkaulah yang telah mengutus Aku’ (Yohanes 17:20-21)

Di antara Allah Bapa dengan Kristus ada suatu persatuan yang sangat kokoh, karena Mereka saling tinggal yang satu di dalam yang lain.

Ikatan persatuan ini karena adanya kasih yang sempurna.

Kristus ingin agar kita yang telah dilayakkan dan dipilihNya untuk menjadi murid-muridNya, juga saling mengasihi sehingga persatuan di antara kita tetap kokoh, sekali pun terdapat perbedaan pendapat, kepentingan, keinginan dan lain sebagainya.

Lihat juga: Menjadi Murid Kristus

Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru

Kita perlu bersama-sama menyadari, agar dapat bersatu dengan Kristus, tidak ada jalan lain selain kita saling mengasihi.

Di dalam kasih, kita akan selalu tergerak untuk memberi yang terbaik tanpa mengharap balasan dan tidak menunggu untuk lebih dulu diberi: memberi perhatian, pengampunan dan pertolongan.

Di dalam kasih kita lebih mau mendengarkan dari pada menuntut didengarkan.

Perpecahan pasti terjadi kalau semua merasa paling berhak didengarkan karena merasa paling benar.

Semakin tidak mau mendengarkan, semakin terlihat ketiadaan kasih.

Lihat juga: Memperbarui Dunia dengan Perintah Kasih yang Baru

Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita

Ketika Stefanus diadili di depan Mahkamah Agama, dia sama sekali tidak gentar.

Dia malahan menggunakan kesemptan itu untuk bersaksi tentang Yesus yang telah disalibkan atas rekayasa keji para imam dan pemimpin-pemimpin agama Yahudi.

Stefanus bersaksi bahwa Kristus yang telah disalibkan itu, telah bangkit dari kematianNya.

Ini membuktikan bahwa Dia memang Mesias yang telah di nanti-nantikan dan dinubuatkan nabi-nabi.

Para imam kepala dan pengikut-pengikutnya menjadi sangat marah, karena dengan kesaksian itu, Stefanus sama saja mau mengatakan bahwa mereka adalah pembunuh Mesias.

Mereka lalu menyeret Stefanus keluar gedung Mahakamah Agama dan merajam dia dengan batu sampai mati.

Lihat juga: Bekerja untuk Kehidupan Kekal

Lihat juga: Pesan Terakhir Kristus Menjelang Kenaikan ke Surga

Stefanus juga tidak berdusta ketika dalam saat yang kritis seperti itu, dia mengatakan telah melihat Kristus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa.

Dia merasakan persatuan yang begitu erat antara dirinya dengan Kristus dan saat itu Dia melihat Kristus sedang menantikannya di ‘pintu’ Surga.

Di dalam persatuan kasih dengan Kristus seperti itu, Stefanus dapat tetap mengasihi orang-orang yang dengan penuh kebencian dan kemarahan membunuh dia.

‘Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka’ (Kisah Para Rasul 7:60).

Sikap dan kata-kata terakhir Stefanus sama dengan kata-kata terakhir Kristus sebelum wafat disalib.

Inilah bukti bahwa hati dan pikiran Stefanus telah bersatu erat dengan Kristus.

Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya

Lihat juga: Kristus Diadili dan Mengadili

Bagaimana sikap kita saat merasa diperlakukan tidak adil, tidak didengarkan atau diperhatikan?

Kata-kata apa yang kita ucapkan? Kata-kata yang diajarkan Kristus, atau yang diajarkan dunia?

Sikap dan kata-kata kita di saat seperti itu akan menunjukkan apakah hati dan pikiran kita benar-benar telah bersatu dengan Kristus, atau kita masih sangat kuat terjerat ajaran-ajaran dunia.

Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya

Lihat juga: Kristus Menyediakan Santapan untuk Kita

Dalam pembuangannya di pulau Padmos, Yohanes Rasul suatu saat mendengar suara Kristus:

‘Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya’ (Wahyu 22:12).

Kata-kata Kristus ini tidak dimaksud untuk menunjukkan kapan Dia akan datang mengadili dunia, tetapi untuk memberi kepastian bahwa pada waktuNya, Dia pasti akan datang.

Di saat kedatanganNya yang kedua kali itu, berbahagialah mereka yang didapatkan telah membasuh jubahnya (Wahyu 22:14).

Kalau kita mau membasuh hati dan pikiran sehingga menjadi bersih dari segala kekecewaan, kemarahan tehadap orang-orang yang berbuat salah, sehingga meskipun terasa sakit tetapi tidak ada lagi rasa dendam di hati, kita telah mengorbankan nyawa (keinginan diri) demi iman kepada Kristus yang memerintahkan kita untuk selalu mengampuni.

Maka di saat Kristus datang kedua kalinya, kita akan dilayakkan menikmati kebahagiaan abadi bersama Kristus dan orang-orang kudusNya.

Lihat juga: Roh Kudus Memampukan Kita Mengenal Allah

Lihat juga: Menerima Bimbingan Roh Kudus

Kristus sangat mengasihi kita. Dia ingin kita selalu ada bersamaNya, karena hanya di dekatNya ada kebahagiaan sejati.

Kristus berdoa agar kita semua mau bersatu denganNya, yaitu dengan selalu menjaga persatuan dengan sesama, dengan lebih mau memberi dari pada mengharap menerima dan lebih mau mendengarkan dari pada didengarkan.

Semoga semakin hari, persatuan kita dengan Kristus dan di antara kita semakin kokoh.

Tuhan memberkati kita

Lihat juga: Bersatu dengan Kristus untuk Memperoleh Hidup

Lihat juga: Kristus Mempersatukan dan Menyelamatkan Kita


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading