Kiat Cegah Penyakit Umum Musim Pancaroba

HATIYANGBERTELINGA.COM – Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dokter S. Dian Rachmawati Sp.GK membagikan kiat mencegah penyakit umum atau common illness yang biasa ada pada peralihan musim ekstrim atau pancaroba.

Salah satunya memperhatikan kualitas udara dan paparan polusi sehari-hari, yang ternyata merupakan penyebab yang sering ditemui pada common illness seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), selain karena perubahan cuaca.

“Kita sudah mulai aware sekarang bahwa ternyata common illness ini nggak cuma dipengaruhi oleh cuaca, tetapi juga pada musim-musim tertentu atau mungkin pada saat kondisi tertentu, ini ternyata polusi atau kualitas udara itu juga banyak mempengaruhi kejadian dari ISPA,” katanya dalam diskusi daring mengenai kesehatan di musim pancaroba, dilansir Selasa (27/5/2025).

Lihat juga: Aktivitas Rumah Tangga Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Lihat juga: Tips Aman Riding Bikers Saat Musim Hujan

Dian menyarankan untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat dapat mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.

Hal ini dapat meminimalkan risiko ISPA sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga meskipun bukan pada musim-musim perubahan cuaca ekstrim atau pancaroba.

Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga dapat dilakukan dengan melakukan manajemen stres dan memenuhi nutrisi dari antioksidan yang berperan meredakan stres berlebihan.

“Tentu dengan usia-usia kita sekarang, banyak deadline yang dikejar, banyak hal-hal yang kita harus lakukan dalam suatu waktu bersamaan, itu akan memicu stres berlebih. Jadi pentingnya antioksidan salah satunya untuk ini, karena ketika kita stres berlebih, tubuh itu akan memacu oksigen lebih banyak,” katanya.

Lihat juga: Stres Sebabkan Sakit Punggung

Lihat juga: Tujuh Cara Kelola Stress

Dian juga menyarankan untuk menjaga stamina dengan olahraga seminggu tiga sampai lima kali dan tidur yang cukup enam sampai delapan jam sehari.

Serta memenuhi kebutuhan cairan 8-10 gelas per hari atau kurang lebih dua liter.

Ia juga mengingatkan untuk menjaga kebersihan tangan dan melakukan pola hidup bersih dan sehat seperti saat waktu pandemi COVID 19.

“Ketika kita melakukan pola hidup yang bersih dan sehat, itu ternyata kita juga bisa mengurangi kejadian infeksi. Maka rutin cuci tangan itu juga akan membantu untuk mengurangi risiko,” katanya.

Upayakan juga untuk rutin melakukan vaksinasi influenza setahun sekali, dan menambah suplemen vitamin baik oral seperti obat atau injeksi vitamin.

Lihat juga: Suntik Vitamin atau Minum Suplemen, Lebih Baik yang Mana?

Lihat juga: Kiat Hindarkan Anak dari Malnutrisi dan Obesitas


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading