Kristus Membangun Jemaat di atas Batu Karang

Hari Raya Santo Petrus dan Paulus

Kisah Para Rasul 12:1-11

2 Timotius 4:6-8, 17-18

Matius 16:13-19

Shalom,

Di Kaisarea Filipi, sebuah kota yang terletak di ujung utara wilayah Israel, kota yang letaknya paling jauh dari Yerusalem, Kristus memulai perjalanan pewartaan InjilNya menuju ke Yerusalem.

Di kota itu Dia bertanya kepada para rasul. Setelah Dia membuat banyak tanda-tanda dan mengajar dengan penuh kuasa, menurut orang banyak, Siapakah Dia?

Para rasul menjawab, ada yang mengatakan Dia adalah nabi Elia, nabi besar yang dinanti-nantikan kedatangannya kembali, atau Yohanes Pembaptis yang karena kekudusannya telah bangkit dari kematian setelah dia dibunuh dengan kejam oleh Herodes.

Ada juga yang mengatakan bahwa Dia adalah Yeremia atau salah seorang nabi.

Tetapi sesungguhnya semua nabi besar itu tidak ada yang memadai untuk dibandingkan dengan Kristus.

Lihat juga: Percaya Yesus Bukan Legalisme

Lihat juga: Yesus Menurut Gue

Petrus lalu mengatakan: ‘Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup’.

Pengakuan Simon Petrus kemudian ditanggapi Kristus dengan mengatakan: ‘Aku berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (batu karang), dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya’.

Kristus memberi nama baru kepada Simon, sesuai dengan tugas yang akan dipercayakan kepadanya.

Dengan menjadikan Simon sebagai batu karang (Petral) berarti Kristus membangun gereja/jemaatNya di atas batu karang, seperti orang yang membangun rumah di atas batu karang.

Karena itulah hujan, banjir, badai bahkan kuasa maut pun tidak akan dapat menghancurkannnya (Matius 7:24-25).

Dengan begitu, Kristus mau mengatakan bahwa jemaat yang dibangunNya tidak akan pernah lenyap sampai selama-lamanya, meskipun berbagai kesulitan dan tantangan-tantangan besar akan terjadi.

Pernyataan Kristus ini digenapi di dalam gereja Katolik yang telah lebih dari 20 abad terus bertumbuh dan berkembang, sekalipun berkali-kali menghadapi badai berupa penyesatan-penyesatan, perpecahan atau penganiayaan-penganiayaan umat dari sejak awal sampai saat ini.

Lihat juga: Peringatan Wajib St. Perawan Maria Bunda Gereja

Lihat juga: Peran Gereja dalam Perlindungan Sosial

Setelah Kristus disalibkan, karena ingin menyenangkan pemuka-pemuka agama Yahudi, Herodes mulai bertindak keras dan kejam terhadap murid-murid Kristus.

Setelah membunuh Yakobus, saudara kandung Yohanes, dia menangkap dan memenjarakan Petrus pada hari raya Roti Tidak Beragi yang merupakan persiapan pesta Paskah Yahudi.

Rencananya setelah Paskah, Petrus akan dihadapkan ke depan orang banyak, seperti Kristus yang dihadapkan pada orang banyak oleh Pontius Pilatus, untuk memperkuat alasan hukuman mati yang akan dijatuhkan.

Tentu saja hal ini sangat mencemaskan jemaat perdana.

Mereka sedih, takut tetapi tidak berdaya dalam menghadapi kekejaman itu.

Mereka lalu berkumpul bersama dan berdoa memohon pertolongan Tuhan.

Pada malam sebelum Herodes mau menghadapkan Petrus ke depan orang banyak, Petrus dijaga ketat di dalam penjara.

Akan tetapi Tuhan mengutus malaikatNya untuk membebaskan Petrus dengan mujizat dan membawanya sampai ke pintu gerbang kota.

Lihat juga: Malaikat-malaikat Allah Sukacita karena Orang Berdosa yang Bertobat

Lihat juga: Malaikat Bobo Versi Calista

Herodes mendatangkan badai hebat untuk menggoyahkan jemaat Kristus, tetapi kuasa Tuhan menyertai mereka.

Penangkapan yang diselesaikan dengan pembebasan Petrus oleh malaikat Tuhan, justru mempertebal iman kepercayaan umat.

Memang sejarah mencatat Petrus akhirnya menjadi martir di Roma.

Tetapi hal itu terjadi setelah Tuhan melihat segala tugasnya telah selesai sehingga dia diperkenankan mengikuti jalan salib Kristus secara nyata, agar dia juga dapat dibangkitkan dan kembali bersatu dengan Kristus di alam keabadian.

Saat itu tugas penggembalaannya telah selesai.

Hal ini terbukti karena kematiannya pada tahun 60, meskipun sangat mengejutkan dan menyedihkan, tetapi tidak sampai menggoyahkan iman umat yang telah terbentuk.

Lihat juga: Menggembalakan Domba-domba Kristus

Lihat juga: Pintu Kandang Domba

Paulus diutus sendiri oleh Kristus untuk mewartakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi.

Di dalam pewartaan Injilnya dia mengalami banyak sekali tantangan dan siksaan.

Meskipun begitu dalam banyak kejadian, Tuhan memperlihatkan kuasaNya untuk membebaskan dia:

‘Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi dapat mendengarkannya (2 Timotius 4:17).

Ketika akhirnya Paulus sampai di Roma, meskipun sebagai tawanan dia diberi kesempatan untuk bertemu panatua-panatua Yahudi sehingga dia dapat menjelaskan alasan dia ditangkap dan sekaligus menyampaikan tentang Siapa Kristus dan apa yang diajarkanNya.

Karena telah dapat mewartakan di Roma, pusat kebudayaan dan kekuasaan dunia yang sering disebut juga sebagai ujung/puncak dunia, Paulus sadar tugasnya telah selesai.

Dia punya firasat bahwa dia akan segera dijatuhi hukuman mati.

Paulus menerima hal itu dengan hati yang bersyukur, karena dia percaya dengan kematiannya saat itu, jemaat tidak akan tercerai berai.

Dia telah membentuk jemaat di banyak tempat dan atas petunjuk Roh Kudus telah menetapkan pengurus-pengurusnya.

Dia juga percaya penuh bahwa untuk dirinya, Tuhan telah menyediakan tempat di Rumah Bapa.

‘Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya. Tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua yang merindukan kedatanganNya’ (2 Timotius 4:6, 8).

Lihat juga: Peran Gereja dalam Usaha Informal Mikro

Lihat juga: Tanggung Jawab Terhadap Gereja

Kristus mendirikan gerejaNya di atas batu karang.

Dia tidak berjanji bahwa tidak akan ada banjir dan badai yang menerjang tetapi Dia berjanji: badai, banjir bahkan kuasa maut tidak akan dapat meruntuhkannya.

Penolakan-penolakan, penekanan-penekanan, fitnah, penyiksaan-penyiksaan terus dialami murid-murid Kristus dari waktu kewaktu bahkan juga terjadi di negara kita saat ini.

Akan tetapi kenyataannya iman Kristiani tetap terus bertumbuh.

Demikian jugalah untuk diri kita sendiri.

Segala macam peristiwa boleh terjadi, tetapi dengan terus berserah kepada Tuhan, iman dan pengharapan kita kepada Kristus tidak boleh goyah.

Yakinlah Tuhan akan memegang janjiNya, bahwa tidak ada kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dari kasihNya yang ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:38-39).

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Memperbarui Dunia dengan Perintah Kasih yang Baru

Lihat juga: Jangan Gelisah, Percayalah pada Allah


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Menyambut Raja Damai

    Yesaya 11:1-10 Lukas 10:21-24 Shalom, Setelah menyelesaikan tugasnya, ke 70 murid Kristus yang pertama kali diutus untuk mewartakan Injil, kembali menemui Kristus dengan gembira karena mereka mengalami sendiri bagaimana di

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

    Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading