Bersama Kristus Mengatasi Badai

Bilangan 12:1-13

Matius 14:22-36

Shalom,

Setelah Kristus menyelamatkan ribuan orang dari kelaparan dengan membuat mujizat pergandaan roti dan ikan, Dia meminta mereka semua untuk segera pulang ke rumah masing-masing.

Kristus lalu meminta rasul-rasulNya naik ke perahu untuk mendahuluiNya ke seberang danau, sementara Dia sendiri naik ke atas bukit untuk berdoa khusuk kepada BapaNya.

Ketika perahu para rasul sudah beberapa mil dari pantai, tiba-tiba badai bertiup dengan dahsyat sehingga perahu terombang ambing.

Perahu dapat menjadi lambang dari gereja yang membawa semua murid Kristus menuju Rumah Bapa.

Badai yang terjadi dengan tiba-tiba menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kehidupan gereja tidak luput dari berbagai persoalan berat yang kalau dihadapi dengan cara dan kekuatan sendiri dapat menenggelamkan iman semua umat.

Badai itu dapat berasal dari ‘luar’ berupa tekanan-tekanan yang sangat menyulitkan dari pemerintah atau masyarakat sekitar, maupun dari dalam, berupa perselisihan atau kelakuan-kelakuan menyimpang dari ajaran Kristus yang dilakukan para gembalanya.

Lihat juga: Menggembalakan Domba-domba Kristus

Lihat juga: Mengasihi Sesama Seperti Kristus Mengasihi Kita

Setelah bani Israel mendapat makanan berupa manna dan daging burung puyuh, mereka sangat menghormati Musa dan percaya bahwa dia sungguh nabi Allah.

Tetapi saudara-saudara kandung Musa merasa iri hati dan berpikir bahwa mereka juga orang yang pantas dipakai oleh Yahwe, karena sebagai saudara kandung mereka merasa sama.

Miryam adalah kakak wanita Musa yang menemui putri Firaun ketika sang putri menemukan bayi Musa diapungkan di sungai karena kekejaman Firaun yang mau membunuh semua bayi laki-laki orang Ibrani.

Harun adalah kakak Musa yang dipakai Allah membantu Musa memimpin bangsa Israel, karena Musa orang yang ‘berat lidah’ (Kel 4 : 10).

Harun memang pandai bicara tetapi imannya sering lemah.

Kedua saudara kandung Musa merasa iri dan meragukan bahwa adik mereka adalah satu-satunya orang yang mempunyai relasi khusus dengan Tuhan.

Allah yang mengetahui segalanya, murka terhadap Miryam dan Harun, karena sikap mereka itu dapat menimbulkan perpecahan.

Karena itu Allah membiarkan Miryam terpapar kusta yang sangat menakutkan.

Ketika melihat hal itu, Musa yang lembut hati, menghadap Tuhan dan memohon belas kasihNya untuk memulihkan kesehatan kakaknya.

Allah berkenan dengan ketulusan Musa. Miryam ditahirkan tetapi dia harus diasingkan dari perkemahan selama 7 hari.

Lihat juga: Keberanian Berkorban untuk Mendapat Harta Terpendam

Lihat juga: Allah Tidak Pernah Tertidur

Ketika perahu nyaris tenggelam, Kristus yang ada di atas bukit menghampiri para rasulNya untuk menolong mereka.

Di tengah badai hebat yang membuat air danau bergelombang dahsyat dan dalam situasi danau yang gelap gulita, Kristus menghampiri perahu para rasulNya dengan berjalan di atas gelombang air itu.

Dengan melakukan itu, Kristus menunjukkan Diri kepada para rasulNya bahwa Dia sungguh Putera Allah, karena dalam kitab Ayub ditulis bahwa hanya Allah yang mampu melangkah diatas gelombang-gelombang laut (Ayub 9:8).

Ketika para rasul melihat ada bayangan berjalan di atas laut, mereka berpikir yang datang adalah hantu yang akan mencelakakan, sehingga mereka bertambah panik.

Tetapi Kristus mengatakan kepada mereka: ‘Tenanglah. Inilah Aku, jangan takut!’.

Mendengar itu Petrus berbalik berseru, bahwa kalau itu benar Kristus, suruhlah dia datang dengan berjalan di atas air.

Kristus mengijinkannya.

Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus

Lihat juga: Kristus Membangun Jemaat di atas Batu Karang

Petrus dengan penuh keberanian turun dari perahu dan masuk ke dalam air.

Untuk sesaat ternyata dia dapat berjalan di atas gelombang air, tetapi kemudian ketika mulai timbul keraguan di hatinya, dia nyaris tenggelam.

Beruntunglah dia karena Kristus segera mengulurkan tanganNya menolong dan kemudian bersama-sama naik ke atas perahu.

Apa yang terjadi dengan Petrus di danau itu adalah gambaran jelas tentang iman kita sendiri.

Kita percaya bahwa Kristus sungguh Putera Allah yang mengasihi kita, tetapi ketika datang badai menerjang kehidupan, iman kita mudah goyah.

Ketika ada ancaman sakit penyakit mematikan, kebangkrutan dalam usaha, saat dihadapkan pada kekecewaan yang mendalam terhadap orang-orang di sekitar kita, iman kita sering tidak cukup tangguh untuk tetap percaya dan taat kepada ajaran-ajaran Kristus.

Yang lebih celaka lagi kalau dalam situasi kritis, satu tangan kita terangkat kepada Kristus untuk meminta pertolonganNya, tetapi yang satu lagi diangkat untuk meminta pertolongan kuasa-kuasa lain!

Lihat juga: Kuasa Panggilan Allah

Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya

Dalam perjalanan kehidupan gereja, badai memang kerap menerjang.

Badai bisa saja datang dari dalam, seperti yang dialami Musa yang diminta Allah memimpin bangsanya ke Tanah Terjanji.

Tetapi Kristus tidak akan mendiamkan kita begitu saja, sekalipun kita tidak melihat Dia secara kasat mata.

Dengan sejuta cara, Dia dapat menolong menyelamatkan gereja atau masing-masing kita dari bahaya tenggelam di dalam keputusasaan.

Dalam situasi kondisi yang sulit, Kristus mengatakan kepada kita seperti yang Dia katakan kepada para rasul: ‘Inilah Aku, jangan takut’.

Dalam kuasa Allah, segala yang menakutkan seperti hantu akan diubahNya menjadi karya penyelamatanNya.

Pada saat kita berseru memohon pertolongan, pada waktu kita memegang tangan Tuhan pasti turun mengulurkan TanganNya untuk menolong dan membawa kita ke tempat yang damai.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan

Lihat juga: Damai Sejahtera dari Kristus


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading