Kejadian 28:10-22a
Matius 9:18-26
Shalom,
Ketika Esau tahu bahwa berkat anak sulung telah diberikan ayahnya kepada Yakub, adiknya, dia sangat marah dan ingin membunuh Yakub.
Ribka, ibunya yang tahu rencana Esau itu segera menyuruh Yakub melarikan diri ke rumah kakak kandungnya, Laban di kampung halamannya di Haran.
Yakub terpaksa meninggalkan orang tuanya, pergi seorang diri dengan ketakutan, ketempat yamg dia belum pernah tahu sebelumnya.
Dalam pelariannya itu, suatu saat Yakub bermalam di suatu tempat. Dia tertidur dan lalu bermimpi.
Di dalam mimpinya dia melihat sebuah tangga yang berdiri di bumi sedangkan ujungnya mencapai langit, sehingga tangga itu menjadi penghubung yang mempersatukan langit dan bumi.
Dia melihat malaikat-malaikat naik turun di tangga itu.
Allah berdiri di samping tangga itu dan berbicara kepadanya:
‘Akulah Tuhan, Allah Abraham, kakekmu dan Allah Ishak. Tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau ke manapun engkau pergi dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini (Kejadian 28:13, 15a).
Lihat juga: Allah Tidak Pernah Tertidur
Lihat juga: Berpegang Teguh pada Janji Allah
Dalam Perjanjian Lama, mimpi sering dipakai Tuhan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan rencanaNya kepada orang-orang pilihanNya.
Mimpi Yakub yang melihat tangga yang menghubungkan langit dan bumi, sesungguhnya merupakan nubuat tentang kedatangan Yesus Kristus, karena Dialah Jalan satu-satunya yang harus dilalui setiap orang bila ingin masuk dan mengalami kebahagiaan abadi di Rumah Bapa (Yohanes 14:6).
Melalui Dia kita mengenal Allah dan mengetahui rancangan-rancanganNya yang sempurna untuk kebahagiaan kita.
Agar semua orang lebih mudah percaya bahwa Dia sungguh Putera Allah, Kristus banyak membuat mujizat spektakuler yang belum pernah dilakukan siapapun termasuk para nabi di waktu yang lalu.
Lihat juga: Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan
Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan
Ketika Kristus berada di Kapernaum, seorang kepala ibadat datang dan menyembah dia sambil memohon:
‘Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tanganMu atasnya, maka ia akan hidup’.
Kristus berkenan untuk datang ke rumah orang itu. Setelah sampai, Dia memegang tangan anak itu lalu bangkitlah anak itu.
Apa yang dilakukan Kristus ini jauh melebihi apa yang dilakukan nabi Elia saat menghidupkan kembali anak seorang janda di Sarfat (1 Raja-raja 17:21-22).
Sebelum membangkitkan anak janda itu, nabi Elia berdoa terlebih dulu memohon kuasa dari Allah dan dia 3 kali membaringkan diri di atas ‘jenasah’ anak itu untuk menghangatkan jasadnya yang telah dingin.
Kristus membangkitkan anak kepala ibadat itu hanya dengan memegang tangannya.
Dengan begitu Dia menunjukkan bahwa Dia dan Allah Bapa adalah satu.
Kuasa Allah sepenuhnya ada padaNya dan semua yang diajarkanNya adalah sungguh-sungguh berasal dari Bapa.
Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya
Lihat juga: Berpengharapan dalam Kuasa Roh
Dalam perjalanan ke rumah kepala sinagoga itu, ada seorang wanita yang sudah 12 tahun lamanya menderita sakit perdarahan.
Dia sudah menghabiskan banyak sekali uang untuk dapat sembuh. Karena penyakit itu selain membuat tubuhnya lemah, diapun dianggap najis sehingga tidak boleh bersentuhan dengan orang lain.
Ketika dia melihat Kristus, harapannya bangkit karena dia sudah mendengar bahwa Kristus banyak membuat mujizat penyembuhan di mana-mana.
Ibu ini merasa terlalu hina untuk menghadap Kristus sehingga hanya berani mengikutiNya dari belakang.
Dengan penuh iman, diam-diam dia memberanikan diri menyentuh jubah Kristus, padahal menurut hukum Taurat, sentuhan orang yang sedang najis akan menajiskan orang yang disentuhnya.
Tidak terbayangkan kemarahan orang banyak yang sedang mengerumuni Kristus saat itu, kalau mereka tahu perbuatannya dan Kristus lalu menjadi najis sehingga saat itu tidak dapat melakukan mujizat penyembuhan lagi.
Kristus yang sadar bahwa ada kuasa Ilahi keluar dari TubuhNya, berpaling ke arah ibu itu dan berkata:
‘Teguhkanlah hatimu, hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau’.
Maka sejak saat itu sembuhlah wanita itu.
Kristus sendiri tidak menjadi najis karena kuasa yang ada padaNya di atas segalanya.
Yang dikatakan Kristus kepada ibu itu, yang menyembuhkan dia bukan karena menyentuh jubahNya, tetapi karena imannya sehingga dia berani mengambil resiko besar.
Dalam kerumunan banyak orang saat itu, sangat mungkin ada beberapa orang yang secara tidak sengaja juga menyentuh jubah Kristus.
Tetapi mereka tidak mengalami mujizat, karena kurang iman.
Lihat juga: Menghayati Makna Mendalam Mujizat Pergandaan Roti dan Ikan
Lihat juga: Menghayati Mujizat di Kana
Dalam dua peristiwa ini Kristus membuktikan Diri bahwa Dia punya kuasa untuk membangkitkan orang yang telah mati dan mentahirkan segala kenajisan orang-orang berdosa.
Dengan begitu Dia menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang datang untuk memulihkan kembali relasi antara Allah dan manusia.
Dia mempersatukan kembali Surga dan dunia seperti tangga yang dilihat Yakub dalam mimpinya.
Seperti janji Yahwe kepada Yakub bahwa Allah akan menyertai dia ke manapun dia pergi, sebelum Kristus naik ke surga, Diapun berjanji kepada semua muridNya bahwa Dia akan mengutus Allah Roh Kudus untuk selalu menyertai pewartaan Injil kita kepada semua orang sampai akhir zaman.
Karena itu marilah kita berusaha untuk selalu menghadirkan kasih dan kuasa Allah di tengah segala kesibukan dunia, dengan selalu mau melayani, mengampuni dan mengasihi semua orang dengan tulus dan tanpa kecuali.
Hanya dengan demikian kita dapat menghadirkan kerajaan surga di tengah kesibukan dan kekotoran dunia.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Pesan Terakhir Kristus Menjelang Kenaikan ke Surga
Lihat juga: Tanggapi Greysia-Aprilia akan Masuk Neraka, Pastor Kopong: Surga Tak Semurah Simbol
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










