Kasih Mengatasi Badai

1 Yohanes 4:11-18, Markus 6:45-52

Shalom,

Setelah memberi makan ribuan orang dengan pergandaan roti dan ikan, Kristus meminta orang banyak itu untuk pulang kerumah mereka masing-masing karena hari sudah semakin malam.

Dia juga meminta para rasulNya untuk kembali keseberang danau Galilea, menuju kekota Betsaida dengan menggunakan perahu yang mereka pakai untuk menyeberang.

Lihat juga: Yesus Makan Ikan Bakar dan Roti Panggang, Bangkit!

Kristus sendiri tetap tinggal ditempat yang sunyi itu. Dia naik kebukit untuk berdoa.

Ketika hari sudah malam dan perahu sudah berada ditengah danau, angin sakal bertiup kencang sehingga para rasul, meski sebagian besar dari mereka adalah para nelayan, hampir-hampir tidak bisa lagi menguasai perahu mereka.

Lihat juga: Yesus Utuslah Aku Menjadi Jala-Mu

Sekalipun Kristus berada di bukit dan malam itu begitu gelap pekat, dengan kuasaNya, Kristus tahu bahaya yang sedang mengancam para rasulNya.

Dia menghampiri mereka dengan berjalan di atas gelombang air yang bergulung-gulung dan di tengah tiupan angin sakal yang begitu hebat. Kristus tidak ‘terbang’ tetapi berjalan dan menginjak-injak air di danau yang sedang bergolak itu.

Lihat juga: Doa Mulia Si Tukang Parkir

Injil Markus mencatat sekalipun Kristus berada di atas bukit sedangkan para rasul sudah berada di tengah danau, walaupun kegelapan malam dan badai yang bertiup membuat orang seperti tidak mampu melihat apa-apa, tetapi ternyata Kristus tetap dapat melihat dan menolong para rasul disaat mereka hampir tenggelam.

Karena itu Santo Paulus meyakinkan kita, tidak ada apapun yang dapat memisahkan kasih Kristus kepada kita (Roma 8:38-39).

Lihat juga: Kasih Menyelamatkan Kita

Rasul Yohanes menulis bahwa tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah, tetapi ketika kita saling mengasihi, sesungguhnya Allah hadir di tengah-tengah kita, untuk memberi kita segala yang terbaik menurut rencanaNya.

Ketika kita saling mengasihi, Roh Allah bekerja didalam diri kita dan memampukan kita untuk melakukan apa yang Dia kehendaki: ‘Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap didalam kita, dan kasihNya sempurna di dalam kita’ (1 Yohanes 4:12).

Lihat juga: Mengasihi Karena Dikasihi Allah

Didalam saling mengasihi, kuasa Kristus yang dahsyat yang dapat menginjak-injak gelombang air di tengah terpaan badai, akan tampak.

Didalam kasih Kristus kita dimampukan untuk dengan tenang mengatasi gelombang kehidupan yang kadang terasa sangat keras.

Lihat juga: Syukuri Segala Anugerah Kasih Tuhan

Ketika para rasul samar-samar melihat ada ‘sosok’ yang menghampiri perahu, mereka berteriak ketakutan karena mengira yang datang adalah hantu.

Didalam kehidupan sehari-hari, sering karena tergoncang ketakutan dan kekawatiran dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan, kitapun tidak mampu lagi melihat kehadiran Allah ditengah kita.

Sebenarnya bukan Tuhan yang tidak peduli, bukan Allah yang tidak menjawab segala seruan doa, tetapi kitalah yang tidak cukup mempunyai iman untuk dapat dengan jernih melihat bahwa Allah tidak pernah jauh dari kita.

Lihat juga: Tetaplah Setia Berdoa, Berdialog dengan Tuhan

Dalam keadaan seperti itu, kita membutuhkan ketulusan kasih orang-orang disekitar kita untuk dapat lebih membuat nyata kehadiran Allah dan mewujudkan kasih dan kuasaNya dengan pertolongan yang tulus, sehingga mencelikkan mata kita untuk melihat kehadiranNya.

Didalam situasi yang sulit dan keras, sering kali iblis semakin menjatuhkan kita dengan mengatakan bahwa semua kepahitan yang dialami karena Tuhan menghukum kita.

Lihat juga: Dalam Perlindungan Tuhan

Memang semua dosa pasti mendatangkan kepahitan. Tetapi itu adalah akibat pilihan perbuatan kita sendiri, bukan karena Tuhan mengutuki kita.

Kasih Tuhan di atas segalanya. Dia tidak ingin kita taat kepadaNya karena takut dihukum.

Lihat juga: Cinta Kasih Tuhan Mentahirkan Keluarga

‘Didalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan, sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna didalam kasih’ (1 Yohanes 4:18)

Tuhan tidak ingin kita takut dihukum oleh Dia, tetapi supaya kita takut mengecewakanNya karena tidak mau membalas kasihNya dengan ketaatan.

Lihat juga:Hati Kita Bagi Kemurahan Kasih Tuhan

Tidak ada orang yang mampu melihat Allah, tetapi kehadiran Allah akan nyata melalui perbuatan kasih yang kita lakukan. Ketika kita berbuat kasih, Allah ada didalam kita dan kita ada di dalamNya.

Badai kehidupan sering kali datang tanpa dapat diduga sehingga sering membuat iman kita menjadi goyah. Karena itu Allah ingin kita saling meneguhkan dengan menghadirkan Dia melalui perbuatan kasih.

Lihat juga:Tuhan Memahami Sungguh Kelemahan Keterbatasan Kita

Allah tidak pernah terlambat untuk menolong dan kuasaNya tidak pernah gagal meredakan badai yang paling dahsyat sekalipun. Allah ingin agar bersama dengan Dia, kita berjalan di atas gelombang kehidupan seperti Kistus yang berjalan diatas gelombang air ditengah badai di danau Galilea.

Marilah kita bersama-sama mengambil bagian dalam menghadirkan kasih dan kuasaNya di tengah dunia ini.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Tuhan Memakai Kita sebagai Alat Kasih-Nya


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading