1 Korintus 15:1-8,
Yohanes 14:6-14
Shalom,
Menjawab permintaan Filipus agar Kristus menunjukkan Allah Bapa kepada dia dan para rasul lainnya, Kristus mengatakan:
‘Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari DiriKu sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku. Dialah yang melakukan pekerjaanNya’.
Di dalam persatuan yang Maha Agung antara Yesus Kristus dengan Allah Bapa, kita dapat mengenal Allah yang kita sembah melalui apa yang dikatakan dan diteladani Kristus, sehingga kita tidak menyembah Allah yang tidak kita kenal, yang hanya kita duga-duga saja apa yang dikehendakiNya.
Kita tidak menyembah Allah yang kita ‘ciptakan’ sendiri menurut bayangan dan kehendak pribadi kita.
Kristus adalah Jalan bagi kita untuk mengenal Allah.
Lihat juga: Relasi Mesra dengan Allah
Lihat juga: Berilah Diri untuk Diubah Allah
Kristus selalu bersatu dengan Allah Bapa: Dia ada dalam Bapa dan Bapa di dalam Dia, maka Dia tidak mungkin salah dalam menafsirkan kehendak Bapa.
Karena itu Kristus mengatakan bahwa Dia adalah Kebenaran.
Dia datang untuk menjelaskan, meluruskan penafsiran-penafsiran Firman yang telah banyak disalahartikan para imam dan pemimpin-pemimpin agama Yahudi saat itu.
Kristus adalah Hidup karena Dia menjanjikan suatu kehidupan kekal, kehidupan berbahagia yang tidak berakhir dengan kematian di dunia, bagi orang yang mau percaya dan bersatu denganNya.
Dia telah menunjukkan kehidupan abadi itu dengan kebangkitanNya dari alam maut.
Karena itu kebangkitanNya dari alam maut adalah hal yang sangat penting, yang membuat hidup kita tidak sia-sia (1 Korintus 15:14).
Lihat juga: Hidup Baru yang Membawa Kedamaian
Lihat juga: Menerima dan Mengalirkan Air Kehidupan
Kepada jemaat di Korintus, Paulus mengatakan bahwa dia mau menyampaikan hal yang sangat penting yaitu Kristus telah wafat karena menebus dosa-dosa manusia, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan para nabi sejak berabad-abad sebelumnya.
Setelah wafat, Kristus dikuburkan dan Allah kemudian membangkitkan Dia pada hari ketiga.
Memang tidak ada satupun orang yang menyaksikan sendiri bagaimana Dia bangkit dari kematianNya.
Tetapi sesudah kebangkitanNya itu, Kristus telah menampakkan Diri kepada Petrus dan ke 11 rasul ketika mereka sedang berkumpul.
Setelah itu Ia menampakkan DiriNya kepada 500 orang sekaligus, kepada Yakobus dan yang terakhir kepada dirinya (1 Korintus 15:4-8).
Dengan begitu kebangkitanNya bukanlah halusinasi atau sutau ilusi dari seseorang saja, tetapi sungguh merupakan sesuatu yang nyata, terbukti dan benar.
Lihat juga: Mengampuni, Diampuni Allah Bapa
Seperti Kristus dan Allah Bapa adalah satu, Kristus ingin kita bersatu denganNya yaitu dengan selalu percaya dan taat kepada ajaran-ajaranNya serta bimbingan RohNya.
Dengan persatuan itu kita dimungkinkan melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang telah dilakukanNya: mengasihi dan mengampuni semua orang tanpa kecuali dan tanpa batas serta mewartakan Injil di manapun kita berada.
Kalau Kristus selama hidupNya di dunia berkarya di tanah Palestina saja, dengan kemajuan teknologi dan peradaban manusia, saat ini kita dimungkinkan untuk mewartakan Injil, berbuat kasih ke seluruh dunia.
Inilah yang dikatakan Kristus bahwa kita dapat melakukan pekerjaaan-pekerjaaan yang lebih besar dari yang telah dilakukanNya.
Lihat juga: Kasih adalah Dasar Kebahagiaan
Lihat juga: Syukuri Segala Anugerah Kasih Tuhan
Melalui Kristus kita mengenal Allah yang kita sembah.
Melalui Dia, kita tahu bagaimana masuk ke dalam rancangan Allah untuk menikmati kebahagiaan sejati dan abadi.
Melalui Kristus kita tahu dengan pasti kebenaran-kebenaran yang ada di dalam Firman Allah.
Melalui Dia kematian di dunia bukan akhir segalanya tetapi ‘hanya’ suatu peralihan dari yang fana menjadi baka.
Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Semua yang dijanjikanNya dapat kita alami, bila sungguh-sungguh mau mempelajari apa yang diajarkan Kristus dan mau dengan taat dan setia melakukannya.
Roh Kristus sendiri yang akan mengingatkan, membimbing dan memampukan kita untuk melakukannya.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Membawa yang Lumpuh ke Hadapan Kristus
Lihat juga: Syarat Mengikuti Kristus
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












