Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya

Kisah Para Rasul 5:27b-32, 40b-41,

Wahyu 5:11-14,

Yohanes 21:1-19

Shalom,

Pada saat Kristus pertama kali menampakkan Diri kepada Maria Magdalena setelah Dia bangkit dari alam maut, Kristus menitipkan pesan agar murid-muridnya kembali ke Galilea. Di sana Dia akan menjumpai mereka (Matius 28:10).

Karena pesan itu, para rasul kembali ke Galilea dengan penuh semangat dan harapan. Tetapi di sana mereka tidak menemukan Kristus.

Setelah beberapa waktu tidak juga dapat bertemu, dengan hati yang sedih dan bingung, Petrus tergerak menghibur diri dengan menjala ikan di danau Tiberias karena sebelum mengikuti Kristus, dia nelayan di danau tersebut. Ini juga mencerminkan, dalam kebingungan dia cenderung kembali ke kehidupan lama.

Begitu juga dengan 6 teman rasul lainnya yang tergerak mengikuti dia.  Tetapi malam itu, mereka tidak dapat menjala seekor ikanpun. Menjelang pagi, mereka kembali ke pantai dengan lelah lahir batin.

Saat itulah Kristus menampakkan Diri di tepi pantai. Lagi-lagi mereka tidak ada yang dapat mengenaliNya.

Sekalipun begitu, ketika Kristus memberi petunjuk agar mereka sekali lagi menebarkan jala ke sebelah kanan, mereka mengikutinya. Ternyata mereka dapat menjala sangat banyak ikan.

Pada saat itulah Yohanes mengenali Kristus, karena sekitar 3 tahun sebelumnya mujizat yang sama terjadi juga di tempat itu.

Lihat juga: Yesus Utuslah Aku Menjadi Jala-Mu

Lihat juga: Yesus Makan Ikan Bakar dan Roti Panggang, Bangkit!

Dalam peristiwa ini Kristus menunjukkan kuasaNya yang tidak terbatas. Dia membuat dari suatu ketidakadaan (ikan) menjadi berkelimpahan!

Begitu juga yang Dia lakukan terhadap para rasul. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang sederhana yang setelah mengikuti Kristus selama 3 tahun pun masih tidak mengerti siapa Kristus sesungguhnya.

Tetapi dengan kuasa RohNya, Kristus dapat mengubah mereka menjadi saksi-saksiNya yang sangat cemerlang, berani dan penuh iman.

Lihat juga: Berani Membela Iman dan Menjadi Saksi Kristus

Lihat juga: Menjadi Saksi Kehadiran Kristus

Ketika kembali ke Yerusalem, para rasul dengan berani bersaksi di depan banyak orang di Bait Allah tentang wafat dan kebangkitan Kristus yang menunjukkan bahwa Dia sungguh Mesias.

Karena kesaksian itu orang-orang Saduki menangkap dan menghadapkan mereka ke Mahkamah Agama dengan tuduhan telah menyesatkan iman banyak orang.

Dalam sidang yang dihadiri para pemimpin agama Yahudi itu, Petrus malahan ‘mengajarkan’ kepada tokoh-tokoh agama tersebut: ‘Kita (bukan kami) harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia’.

Para pemimpin agama itu merasa diri paling mampu menafsirkan Firman Tuhan dan mengharuskan semua orang mengikutinya. Tetapi sesungguhnya mereka bukan orang-orang yang taat tetapi yang lebih memanfaatkan Firman untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

Karena itu para rasul mengajak semua orang untuk lebih mau taat dan mendengar kata-kata Kristus yang telah terbukti penuh kuasa dan meskipin mereka telah menggantung Dia di kayu salib, ternyata telah dibangkitkan oleh Allah Abraham, Ishak dan Yakub.

Para rasul dan banyak orang dapat menjadi saksi hal itu karena telah melihat sendiri penampakan-penampakan Kristus setelah kematianNya.

Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya

Lihat juga: Yesus dan Saya: “Mengapa Kaukatakan Aku Baik?

Dalam pembuangan di pulau terpencil, Yohanes Rasul suatu saat mendapat suatu penampakkan.

Dia melihat Allah duduk di tahtaNya dengan memegang sebuah gulungan kitab yang dililit dengan tali dan diberi 7 meterai.

Kitab ini berisi rahasia Allah untuk menghadirkan kerajaanNya di atas bumi ini.

Seorang malaikat lalu berseru menanyakan siapa yang layak membuka gulungan kitab itu.

Yohanes merasa sedih karena ternyata tidak ada yang sanggup untuk membukanya, baik yang di surga maupin di dunia.

Rahasia penyelamatan itu sangat berarti untuk memberi pengharapan kepada orang-orang yang percaya kepada Kristus, yang mengalami siksaan dan penderitaan karena imannya.

Kemudian Malaikat-malaikat yang jumlahnya sangat banyak yang ada di sekeliling Allah berkata: ‘Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian’ (Wahyu 5:12).

Istilah anak domba di sini mengingatkan anak domba yang disembelih menjelang keluarnya bani Israel dari Mesir, tempat di mana mereka selama ratusan tahun hidup sebagai budak.

Dalam peristiwa itu, darah anak domba yang diolesi di tiang pintu rumah mereka membuat anak-anak sulung yang ada di dalam rumah, luput dari kematian masal.

Dengan demikian, anak domba yang disembelih pada hari itu menjadi lambang penyelamatan Israel.

Kristus adalah Anak Domba yang Darah dan kematianNya di kayu salib menyelamatkan kita semua dari perbudakan dosa dan memulihkan relasi Allah dengan kita.

Dialah yang telah mengalami sendiri penderitaan teramat hebat karena ketaatanNya kepada Bapa dan kemudian mengalami kebangkitan dari alam maut untuk hidup kekal di Rumah Bapa. Karena itu hanya Dialah yang layak membuka gulungan kitab di tangan Allah.

Lihat juga: Biarawati Asal Ambon Maknai Ziarah ke Rumah Allah Bapa Saat Jalan Sama Biksu Thudong dari Jakarta ke Candi Borobudur

Lihat juga: Kristus Menyediakan Santapan untuk Kita

Dengan kasihNya Kristus kembali menolong para muridNya yang sedang terbenam dalam keputusasaan, kekecewaan dan kehilangan harapan.

Para murid selamat karena mau mentaati petunjuk Kristus, sekalipun awalnya tidak mampu mengerti.

Kalau kita mau taat mendengarkan bimbingan Roh, dalam kerahimanNya, Allah mengampuni dosa-dosa dan kelalaian-kelalaian kita sehingga dari orang-orang yang kotor berlumuran dosa dapat diubah menjadi saksi-saksi atas kasih dan kuasaNya di manapun kita berada dan dalam segala situasi kondisi kehidupan.

Kita harus lebih mau taat mengikuti ajaran-ajaran Kristus dari pada mengikuti nafsu-nafsu kedagingan dan godaan-godaan Iblis.

Di saat tidak mengerti, ingatlah akan begitu banyak kasih Allah yang telah Dia curahkan kepada kita secara pribadi, untuk menyelamatkan kita dari berbagai macam persoalan dan memberi yang terbaik kepada kita.

Dengan demikian kita mau taat, lebih karena ingin membalas cinta Kristus yang telah dibuktikan dan dimeteraikan dengan DarahNya sendiri, bukan hanya karena pengertian saja.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Berbuahlah Sebelum Terlambat

Lihat juga: Berbuah karena Sohib Jesus


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading