Kisah Para Rasul 15:1-2, 22-29,
Wahyu 21:10-14, 22-23,
Yohanes 14:23-29.
Shalom,
Dalam pesan perpisahan dengan para muridNya, Kristus mengatakan: ‘Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia’.
Firman yang dimaksud Kristus di sini adalah perintahNya yang baru Dia sampaikan di perjamuan itu, yaitu agar kita saling mengasihi, seperti Dia mengasihi kita (Yohanes 13:34).
Untuk dapat melakukan Firman ini, kita akan menghadapi sangat banyak tantangan dan godaan.
Karena itu Kristus juga berjanji: ‘Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu (bagaimana harus melakukannya) dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu’.
Lihat juga: Mengembangkan Kerohanian
Lihat juga: Katekese: Roh Kudus
Di Antiokhia, Paulus dan Barnabas dengan kuasa Roh Kudus berhasil menghimpun umat yang percaya kepada Kristus.
Karena di Antiokhia ada banyak bangsa lain selain bangsa Yahudi yang tinggal atau berkunjung, jemaat di Antiokhia juga bukan hanya orang Yahudi saja.
Sesungguhnya mereka sudah terbiasa hidup dalam perebedaan budaya. Tetapi kemudian, datang beberapa orang dari Yudea (provinsi di mana ada kota Yerusalem, pusat ibadat orang Yahudi dan tempat tinggal banyak rasul Kristus).
Mereka mengatakan bahwa untuk memperoleh keselamatan melalui Yesus Kristus, orang harus mentaati semua hukum Taurat, termasuk perintah untuk sunat, sebagai tanda lahiriah yang tidak terhapus bahwa mereka mau menyembah Yahwe.
Persoalannya adalah adat istiadat Yahudi melekat erat dengan Taurat, sehingga kalau seseorang melakukan semua yang tertulis dalam hukum Taurat, sama saja mereka menjadi orang Yahudi.
Hal ini menjadi suatu kegelisahan besar bagi orang-orang bukan Yahudi, karena mereka percaya kepada Kristus tetapi tidak rela melepaskan kebangsaannya.
Paulus dan Barnabas menentang pandangan ini karena mereka sangat mengimani, untuk mendapat keselamatan yang terpenting bukan melakukan apa yang ada didalam Taurat tetapi mau percaya dan taat akan ajaran-ajaran Krisus.
Akibat perbedaan pendapat yang sangat mendasar ini, di dalam jemaat mulai terjadi perpecahan.
Lihat juga: PBB Ajak Melawan Neo-Nazi, Xenofobia, Anti-Yahudi
Lihat juga: Kristus Menggenapi Hukum Taurat
Untuk mengatasi perbedaan penafsiran ini, jemaat di Antiokhia mengutus Paulus, Barnabas serta beberapa orang perwakilan jemaat, untuk meminta kepastian penafsiran dari Petrus, sebagai gembala utama yang ditunjuk Kristus sendiri untuk menjadi PenerusNya.
Untuk menjawab persoalan yang sangat sensitif ini, Petrus mengundang para rasul yang lain dan pemimpin-pemimpin jemaat di Yerusalem untuk bersama-sama berdoa dan bertukar pendapat dalam menafsirkan bimbingan Roh Kudus.
Setelah beberapa hari berkumpul, mereka bersepakat telah menemukan kehendak Allah yang sesungguhnya.
Keputusan yang didapat itu, kemudian disampaikan ke semua jemaat di Antiokia melalui surat yang dibuat Petrus dan diantar oleh dua orang yang ditunjuk untuk mewakilinya.
Dalam surat itu Petrus bersaksi bagaimana Roh Kudus telah menyertai dia dan para gembala umat yang lain dalam mengambil keputusan tersebut.
Lihat juga: Pastor Kopong: Kehadiran Gereja Katolik Jadi Kegelisahan Ahli Taurat Zaman ini
Lihat juga: Pintu Kandang Domba
Saat ini banyak konflik dan perpecahan yang terjadi, baik di dalam masyarakat maupun di dalam rumah tangga, karena orang merasa dirinya paling benar, paling tahu dan paling memahami kehendak Tuhan sehingga semakin tidak mau mendengarkan pendapat yang berbeda.
Kalau saja semua pihak yang berbeda pendapat mau dengan rendah hati dan penuh iman mendengarkan dan mencari bimbingan Roh seperti yang dilakukan Petrus, perbedaan pandangan tidak akan menimbulkan perpecahan yang menyakitkan tetapi justru dapat saling menyempurnakan.
Di dalam suatu perbedaan pasti ada yang benar dan ada yang salah. Hanya dengan kerendahan hati dan kasih, segala keputusan Allah dapat kita amini.
Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak
Lihat juga: Menghadirkan Allah di Tengah Dunia
Kalau semua orang mau membuka diri dan membiarkan Roh Kudus menguasai hati dan pikirannya, maka dunia yang baru, Yerusalem baru akan tercipta.
‘Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata paling indah bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya 12 buah dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada 12 malaikat dan di atasnya tertulis nama ke 12 suku Israel’ (Wahyu 21:11-12).
Ke 12 suku Israel sering dipakai Yohanes untuk menyebut keseluruhan umat Allah.
Cahaya yang terpancar dari kota itu adalah pancaran kasih dari setiap orang yang tinggal di dalamnya.
Kasih adalah benteng terkokoh untuk bertahan dari segala godaan dan tantangan yang dapat mengarah kepada perpecahan.
Di kota Yerusalem baru, tidak ada lagi gedung Bait Allah, karena Allah telah ada dan bertahta dengan KasihNya di hati dan pikiran semua orang.
Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita
Lihat juga: Bersatu dengan Kristus untuk Memperoleh Hidup
Kristus mengatakan bahwa kalau kita mencintaiNya, kita akan selalu mentaati FirmanNya untuk saling mengasihi seperti Allah mengasihi kita.
Tantangan terbesar untuk taat pada perintah ini adalah cinta diri yang membuat kita tidak mau peduli dengan beban dan perasaan orang lain.
Tutur kata yang indah dan lembut sering dipakai hanya sebagai pembalut hati yang keras dan egoist yang selalu mau memaksakan kehendak dengan menganggap diri sebagai orang yang harus diutamakan, didengarkan dan dituruti.
Lihat juga: Memperbarui Dunia dengan Perintah Kasih yang Baru
Lihat juga: Kasih dan Kerendahan Hati
Mari kita belajar dari jemaat perdana dalam menyelesaikan perbedaan mendasar di antara mereka.
Bukalah mata hati dan pikiran untuk memohon dan menerima bimbingan Roh sekalipun mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan kehendaki.
Imanilah bahwa Roh Kudus adalah hadiah paling istimewa yang dianugerahkan Kristus kepada kita karena Dialah Pembimbing dan Pemersatu keluarga, kelompok dan semua murid Kristus sehingga pada saatnya kita boleh dilayakan mengambil bagian di dalam Yerusalem Baru yang penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Menjadi Murid Kristus
Lihat juga: Yesus Mencela Kedegilan Hati Murid-Nya
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












