Kisah Para Rasul 16:11-15,
Yohanes 15:26-16:4a
Shalom,
Kristus mengatakan bahwa Roh Kebenaran yang berasal dari Allah Bapa akan datang dan bersaksi bahwa semua yang diajarkanNya adalah suatu kebenaran sejati yang berasal dari Allah Bapa (Yohanes 15:26).
Roh Kebenaran ini akan memampukan kita untuk percaya bahwa apa yang diajarkan Kristus adalah hal yang benar-benar dikehendaki Allah, berasal dari Allah dan bahwa Kristus adalah sungguh Putera Allah.
Kesaksian Roh Kudus dalam hal ini diwujudkan dengan memberikan bimbingan, kepekaan dan kemampuan untuk mengimani dan memahami apa yang diajarkan Kristus.
Dukungan Roh Kudus bukan hanya untuk orang atau sekelompok orang yang dipakai Tuhan sebagai alatNya untuk menyampaikan Firman Tuhan, tetapi juga kepada yang melihat, mendengar atau mengalaminya.
Karena itulah Kristus juga berpesan kepada para muridNya: ‘Kamu (yang saat itu sedang mendengarkanNya) juga harus bersaksi’.
Lihat juga: Menjadi Saksi Kebenaran
Lihat juga: Bersaksi Setelah Disembuhkan
Paulus dan Silas dibimbing Roh Kudus untuk mengunjungi beberapa daerah yang sebelumnya belum pernah mereka kunjungi, baik melalui perjalanan darat maupun dengan berlayar.
Suatu kali mereka sampai di kota Filipi di provinsi Makedonia, suatu kota yang banyak ditinggali oleh perantau-perantau dari Roma (Kota lain yang ada di provinsi ini yang banyak disebut di dalam Alkitab, adalah Tesalonika).
Pada suatu hari Sabat, Paulus dan Silas mengunjungi salah satu sinagoga di kota itu.
Di tempat itu mereka mulai berbicara dan mewartakan Injil kepada para wanita yang sedang berkumpul di situ.
Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk
Lihat juga: Bersama Yesus Pergi Beritakan Injil ke Tempat Lain
Salah satu dari wanita itu adalah Lidia, seorang penjual kain ungu, kain yang harganya mahal yang banyak dipakai oleh para bangsawan.
Dia kaya dan taat beribadat kepada Yahwe. Dia wanita yang berpengaruh di kotanya.
Ketika mendengar kesaksian Paulus dan Silas, Roh Kudus bekerja membuka hatinya, sehingga dia dapat menangkap kebenaran-kebenaran dalam kesaksian Paulus dan menjadi percaya kepada Kristus.
Dengan penuh iman dan semangat, Ia meminta Paulus untuk membaptis dia dan seisi rumahnya serta membuka pintu rumahnya untuk ditinggali Paulus dan Silas (Kisah Para Rasul 16:14-15). Hal ini berarti dia menyediakan rumahnya itu sebagai pusat pewartaan (home base) Paulus dan Silas.
Lihat juga: Menyikapi Penolakan dengan Iman
Lihat juga: Roh Kudus Pembimbing dan Pemersatu
Roh Kudus membimbing Paulus dan Silas untuk mewartakan Injil Kristus di Filipi. Di kota itu Roh bekerja mengarahkan mereka sehingga dapat menemukan sinagoga, tempat orang-orang Yahudi berkumpul dan beribadat.
Roh Kudus juga bekerja pada Lidia, seorang wanita terkemuka di kota itu sehingga dia menjadi percaya kepada Kristus dan meminta dibaptis.
Dia membuka pintu rumahnya untuk ditinggali dan dipakai untuk pewartaan Injil Kristus sehingga sangat membantu Paulus dan Silas untuk terus bersaksi mengajarkan kebenaran-kebenaran Injil di kota itu.
Roh Kudus memang tidak terlihat, tetapi karyaNya dan bimbinganNya sangat terasa agar semua orang dapat percaya kepada Kristus dan melakukan apa yang diajarkanNya.
Lihat juga: Menjadi Sahabat Kristus
Lihat juga: Menikmati Sukacita dari Kristus
Kristus mengatakan bahwa Roh Kudus akan terus berkarya sampai akhir zaman.
Dengan begitu, Roh yang memampukan dan membimbing Paulus dan Silas melakukan penginjilan di tempat-tempat yang belum pernah mereka kunjungi serta membuka hati banyak orang sehingga dapat percaya dan ikut berperan mendukung pewartaan Injil Kristus, juga bekerja sampai saat ini dan selamanya.
Saat ini Roh Kudus bekerja di tengah dunia yang semakin materialistis, hedonis dan egoist dengan menggerakkan dan memampukan murid-murid Kristus untuk banyak berbuat kasih kepada sesama, khususnya bagi yang sedang lemah di tengah keterpurukan dan terus bertekun mewartakan Firman kepada orang-orang yang sedang hanyut di tengah segala kesibukan dunia.
Semoga kitapun mau membuka diri seperti yang dilakukan Lidia, yang bukan sekedar percaya kepada Kristus yang diwartakan Paulus dan Silas saja, tetapi secara aktif menjadikan rumahnya, seluruh keluarganya, sebagai sarana agar sebanyak mungkin orang menemukan kebenaran dan tujuan hidup yang sesungguhnya.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup
Lihat juga: Iman dalam Melakukan Kebenaran
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












