Kisah Para Rasul 16:22-34,
Yohanes 16:5-11
Shalom,
Kristus tahu bahwa saatnya segera tiba bagi Dia untuk menebus dosa manusia dengan nyawaNya.
Dia mengerti bahwa kepergianNya untuk kembali ke rumah Bapa akan menyedihkan dan membingungkan para rasulNya.
Tetapi Dia meyakinkan mereka, kepergianNya justru akan mendatangkan kebaikan bagi mereka, karena setelah Dia pergi, Dia akan mengutus Roh Penghibur, Roh Penolong yang akan mendampingi mereka di manapun, dalam situasi apapun, sampai akhir zaman.
Lihat juga: Menerima Bimbingan Roh Kudus
Lihat juga: Roh Kudus Pembimbing dan Pemersatu
Kristus tahu bahwa Dia harus mengalami penderitaan dan penghinaan hebat dengan memanggul salib ke Golgotha dan wafat disalib.
Tetapi Dia tidak menangisi Diri, atau meminta dikasihani para muridNya.
Dia malahan memberi penghiburan dan peneguhan kepada para rasul agar mereka tidak hanyut dalam kesedihan, kebingungan dan kehilangan arah hidup ketika Dia tidak bersama mereka lagi secara jasmani.
Inilah kasih yang sangat besar yang ditunjukkan Kristus kepada murid-muridNya.
Lihat juga: Menjadi Murid Kristus
Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru
Di Filipi, Paulus dan Silas bertemu dengan seorang wanita yang memuja roh petenung.
Wanita ini terus mengganggu pewartaan Paulus sehingga pada suatu kesempatan, dengan kuasa Roh Kudus, Paulus mengusir roh penenung yang menguasai dia.
Tetapi dengan begitu, wanita ini kehilangan kemampuannya untuk menenung.
Ketika orang-orang yang biasa menggunakan ‘jasa’ wanita ini tahu bahwa Paulus telah ‘melumpuhkan kuasa’ yang ada pada wanita itu, mereka menjadi marah.
Mereka menangkap Paulus dan Silas dan menghadapkan mereka ke penguasa kota dengan tuduhan telah mengacaukan kota dengan ajaran-ajarannya.
Karena itu Paulus dan Silas kemudian didera dan dimasukkan ke dalam penjara dengan kaki yang dipasung.
Lihat juga: Menjadi Sahabat Kristus
Lihat juga: Menikmati Sukacita dari Kristus
Pada tengah malam Paulus dan Silas menaikkan puji-pujian dan berdoa sepenuh hati (Kis 16 : 25).
Mereka tidak mengeluh karena penderitaan yang sedang dialami atau berseru-seru meminta Tuhan membebaskan mereka dan menghukum para penguasa kota.
Dalam hal inilah Paulus dan Silas menunjukkan kasih dan kepercayaan mereka yang mendalam kepada Kristus.
Mereka percaya bahwa Kristus pasti tahu apa yang terbaik bagi mereka.
Pada saat mereka dengan sepenuh hati menaikkan pujian, terjadilah mujizat.
Gempa bumi yang hebat terjadi, pintu-pintu penjara terbuka dan belenggu di kaki mereka terlepas.
Dalam kejadian ini, terlihat jelas bahwa tidak ada kuasa yang dapat menghalangi Roh Penolong untuk membebas kan orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dari segala penderitaan, kesedihan, kekawatiran, kebingungan, agar tetap berjalan dalam rancangan Allah yang sempurna.
Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak
Lihat juga: Menghadirkan Allah di Tengah Dunia
Para penjaga penjara sangat terkejut ketika sadar bahwa pintu-pintu penjara telah terbuka.
Tetapi mereka sangat terhibur karena ternyata meskipun pintu penjara terbuka, Paulus dan Silas tetap ada di dalamnya.
Mereka malahan menyelamatkan kepala penjara yang akan bunuh diri (sebelum dia dijatuhi hukuman mati) kalau tahanan penting berhasil melarikan diri.
Kuasa Roh yang begitu dahsyat dan kasih yang tulus yang ditunjukkan Paulus dan Silas yang sebelumnya telah disiksa, menyadarkan kepala penjara itu bahwa Paulus dan Silas sungguh utusan-utusan Allah, sehingga apa yang mereka saksikan dan ajarkan pasti kebenaran yang berasal dari Allah.
Lihat juga: Jangan Gelisah, Percayalah pada Allah
Lihat juga: Komitmen dan Kesetiaan Mengasihi Allah
Dia bertobat dan mau percaya kepada Kristus yang diwarta lkan Paulus dan Silas.
Malahan seisi rumahnya pun menjadi percaya kepada Kristus,
Seperti yang dikatakan Kristus, ketika Roh Kudus datang maka Ia akan menginsaf lkan, membuka mata hati dan pikiran setiap orang untuk dapat melihat dan mengakui bahwa Kristus adalah Jalan dan Kebenaran agar kita dapat dilayakkan hidup di dalam Rumah Bapa.
Dengan kasihNya Dia menaklukkan segala kuasa dimuka bumi untuk menun jukkan bahwa tidak ada kuasa yang melebihi kuasa Allah.
Lihat juga: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup
Lihat juga: Menjadi Saksi Kebenaran
Di dalam kehidupan sehari-hari sering kepercayaan kita kepada Tuhan menjadi goyah di saat hati dan pikiran kita dipenuhi berbagai kekawatiran dan ketakutan akan apa yang akan terjadi atau karena hanyut di dalam kesulitan besar yang harus dijalani.
Mari kita ingat, sekalipun ada banyak hal yang tidak pasti dan membuat kita cemas, percayalah bahwa Kristus yang teramat mengasihi kita akan selalu peduli dengan segala yang harus kita hadapi.
Dia akan mengutus Roh Penolong untuk membukakan jalan keluar terbaik dan menguatkan kita untuk menghadapinya.
Mari kita teladani Paulus dan Silas yang seperti Kristus, tidak membiarkan diri hanyut dalam mengasihani diri di tengah penderitaan yang sedang dialami, tetapi terus memuji-muji kebaikan dan kebesaran Tuhan dengan segenap hati.
Semoga kitapun dapat mengikuti teladan Paulus dan Silas dan untuk itu marilah terus berdoa memohon agar Roh Kudus berkenan mencurahkan berkat-berkat dan karunia-karuniaNya kepada kita yang tidak pantas ini.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Tuhan Memberkati Kita Melalui Orang Lain
Lihat juga: Ngubah Hati Najis Jadi Berkat
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












