Roma 13:8-10
Lukas 14:25-33
Shalom,
Suatu kali Kristus melihat ada banyak orang yang mengikuti Dia dalam perjalanananNya.
Dia tahu bahwa terbanyak di antara mereka mengikutiNya sebatas ingin menyaksikan dan menikmati mujizat-mujizat yang dilakukanNya.
Hanya sedikit yang benar-benar mau mendengarkan pengajaran-pengajaranNya untuk dilakukan.
Karena itu Kristus mengatakan kepada mereka, kalau sungguh-sungguh mau selalu mengikutiNya, yang berarti mau menjadi muridNya, mereka harus tahu, ada konsekwensi yang sangat serius yang harus mereka pertimbangkan lebih dulu.
‘Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya dan anak-anaknya, saudaranya laki-laki dan permpuan bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu’.
Kata-kata ini sangat keras dan kontroversial kalau diartikan secara harafiah.
Tetapi kata membenci di sini bukan berarti sikap yang didasari marah atau muak yang kemudian menimbulkan dendam dan ingin mencelakai.
Di dalam teks yang pararlel di Injil Matius digunakan kata yang lebih jelas:
‘Barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu’ (Matius 10:37).
Dengan begitu, maksud kata-kata Kristus yang sangat keras ini adalah untuk menekankan bahwa murid harus mengasihi Dia lebih dari segala yang lain.
Allah sangat mencintai kita. Di dalam kasihNya Dia pasti ingin setiap kita berbahagia.
Jadi apapun yang diajarkan Kristus, terlepas kita mengerti atau tidak, terasa berat atau tidak, tujuannya pasti untuk kebahagiaan kita, bukan untuk DiriNya sendiri.
Dia mensyaratkan kita untuk mengasihi Dia lebih dari segala sesuatu, juga untuk kepentingan kita sendiri.
Lihat juga: Bersyukur dengan Berbelas Kasih
Lihat juga: Mengasihi Sesama Seperti Kristus Mengasihi Kita
Sebagai manusia yang penuh kelemahan dan keterbatasan, kita sering mengartikan mengasihi dengan memberi kesenangan.
Mengasihi kekasih hati atau anak, sering diidentikkan dengan menyenangkan mereka.
Untuk dapat menyenangkan, kita harus mengabulkan semua permintaan mereka.
Akan tetapi di dalam ketidaktahuan dan kelemahan, sangat mungkin apa yang diminta, justru dapat mengakibatkan sesuatu yang buruk bagi mereka.
Mungkin kita sendiri tidak sadar akan akibat buruk pemberian kita, tetapi banyak kali, sebenarnya kita tahu tetapi tetap mau memberi yang diminta karena ingin memberi kesenangan dan khawatir dianggap tidak mengasihi kalau menolak.
Inilah bentuk cinta diri yang berlawanan dengan cinta yang diajarkan dan diteladani Kristus.
Kristus mau kita peracaya dan taat kepadaNya, karena Dia Maha Tahu dan Dia tidak akan pernah mencelakakan kita.
Lihat juga: Taat karena Kasih
Dengan kepercayaan kepada kehendak dan ajaran-ajaranNya, kita tidak tergoda memaksakan segala yang kita inginkan atau yang diinginkan orang yang kita kasih kepada Tuhan, karena sadar bahwa kita sendiri sebenarnya tidak tahu apakah yang diinginkan benar-benar dapat membahagiakan atau setidaknya bukan sesuatu yang malahan mencelakakan.
Mintalah kepada Tuhan apa yang diinginkan dan tetap percaya penuh bahwa apapun jawaban Allah, itulah yang terbaik.
Kita perlu menyadari bahwa mengasihi bukan berarti selalu memberi kesenangan tetapi memberi yang terbaik.
Dengan ketaatan dan kepercayaan seperti ini kita memang harus sering melepaskan kesenangan diri sendiri atau tidak bisa menyenangkan orang-orang yang kita kasihi.
Tetapi sesungguhnya yang kita lakukan adalah yang terbaik.
Inilah yang dimaksud Kristus dengan ‘istilah’ berani membenci nyawanya sendiri, membenci orang tua, pasangan dan anak-anak kita sendiri.
Lihat juga: Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan
Lihat juga: Kristus Membangun Jemaat di atas Batu Karang
Kepada jemaat di Roma, Paulus menegaskan: ‘Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barang siapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat’ (Roma 13:8).
Yang dimaksud berhutang di sini adalah terjemahan dari kata dalam bahasa asli yang berarti berbuat dosa, berbuat sesuatu yang merugikan orang lain, termasuk perbuatan yang kita tahu dapat berakibat buruk, tetapi tetap kita lakukan demi memberi kesenangan semu kepada orang yang kita kasihi.
Di dalam kasih yang sejati, kita rela orang yang kita kasihi marah, kecewa atau malahan menghina kita, kalau kita menolak apa yang dia inginkan, karena tahu bahwa apa yang diinginkannya akan berdampak buruk.
Kasih memang selalu membutuhkan pengorbanan dan tidak selamanya dapat dimengerti.
Inilah yang telah dilakukan Kristus untuk kita.
Dia menderita sangat hebat dan wafat di kayu salib untuk keselamatan kita, tetapi Dia malahan dihina dan dipermalukan sehabis-habisnya di depan banyak orang.
Seorang murid Kristus yang sejati harus mau berbuat seperti itu.
Dengan melakukannya, kita akan semakin dapat memahami betapa dahsyat cinta Kristus kepada kita.
Karena itu, janganlah demi menyenangkan orang yang kita cintai, kita malahan mengecewakan atau bahkan menghianati Allah.
Lihat juga: Mendengarkan Firman dan Pelayanan
Mengikuti Kristus memang harus berperang melawan segala keinginan daging dan kesombongan hati yang menganggap diri paling tahu apa yang terbaik.
Karena itu diakhir ajaranNya, Kristus memberi perumpamaan, bahwa mengikuti Dia sama seperti raja yang mau berperang.
Dia harus mendirikan menara untuk dapat mengamat-amati dan berhitung dengan cermat akan kemampuan sendiri dan kekuatan lawan, sehingga tidak sampai menjadi pecundang.
Untuk dapat menjadi murid Kristus yang sejati, kita harus dengan cermat mempertimbangkan konsekwensinya lebih dulu.
Menjadi murid Kristus bukan hanya untuk menikmati kuasa-kuasa mujizatNya saja tetapi ada konsekwensi berat untuk rela mengorbankan diri sampai terasa sakit.
Akan tetapi Kristus tidak hanya meminta kita memanggul salib untuk menerima kematian di Golgotha.
Dia meminta kita memanggul salib, karena melalui salib ada kebangkitan dan kehidupan kekal yang berbahagia.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Menyangkal Diri, Memanggul Salib dan Mengikuti Kristus
Lihat juga: Salib Kristus Menyelamatkan Kita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












