Roma 14:7-12
Lukas 15:1-10
Shalom,
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menganggap para pemungut cukai sebagai para pemeras dan penghianat bangsa karena mau bekerja untuk penjahah bangsa kafir.
Mereka lalu mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengucilkan para pemungut cukai sebagai hukuman sosial.
Karena itu, ketika mereka melihat Kristus membiarkan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa ikut mendengarkan pengajaranNya, mereka menggerutu karena menganggap Kristus demi mencari popularitas, tidak peduli dengan keselamatan banyak orang.
Kristus tahu keresahan para ahli Taurat ini.
Sama seperti kepada para pemungut cukai dan orang-orang pendosa, Kristus juga mengasihi mereka yang selalu berpikir buruk tentang DiriNya.
Kristus lalu menjelaskan kenapa Dia mau bergaul dengan para pendosa, dengan memberi dua perumpamaan, dari dunia laki-laki dan wanita.
Dari dunia laki-laki, tentang seorang gembala yang kehilangan dombanya dan dari dunia wanita tentang seorang wanita miskin yang kehilangan uangnya.
Lihat juga: Menggembalakan Domba-domba Kristus
Lihat juga: Pintu Kandang Domba
Pada sore hari, gembala akan mengumpulkan dan memasukkan domba-dombanya ke dalam kandang sambil menghitungnya.
Suatu kali seorang gembala sadar bahwa dombanya kurang satu.
Setelah mengamankan domba-dombanya yang lain ke dalam kandang, dia segera pergi mencari dombanya yang hilang.
Dia melupakan letih lelahnya karena khawatir dan tidak rela domba yang hilang itu diterkam hewan-hewan pemangsa.
Karena itu diapun begitu senang dan lega saat dapat menemukan dombanya yang hilang itu.
Dalam hal ini Kristus mau menunjukkan kerahiman Allah dan bahwa sebagai Putera Allah, Dia adalah pemilik segenap alam semesta dan semua isinya.
Sama seperti gembala yang baik, Dia juga menyayangi semua orang tanpa kecuali, termasuk para pendosa.
‘Untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali (bangkit dari kematian) supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati (yang telah mati secara jasmani maupun rohaninya karena dosa-dosanya), maupun atas orang-orang hidup’ (Roma 14:9).
Orang-orang Farisi memikirkan agar kejahatan yang dilakukan oleh para pendosa tidak ditiru banyak orang sehingga para pendosa perlu diberi efek jera.
Kristus tidak menyalahi maksud baik itu, tetapi tetap harus diperhatikan, bagaimana menyadarkan para pendosa itu dari kesalahannya dan membukakan jalan bagi mereka untuk memperbaiki diri.
Pada perumpamaan yang kedua, Kristus menceritakan seorang wanita yang hanya mempunyai 10 dirham (1 dirham = 1 dinar = besar upah sehari kerja seorang buruh di ladang).
Ketika dia tahu ada 1 dirham uangnya hilang, dia berusaha sungguh-sungguh untuk mencarinya, karena bagi dia uang sejumlah itu sangat berarti.
Di sini Kristus mau menunjukkan bagaimana berartinya setiap orang bagi Allah.
Dia tidak rela satupun di antara kita tersesat.
Lihat juga: Konsekuensi sebagai Murid Kristus
Lihat juga: Menyangkal Diri, Memanggul Salib dan Mengikuti Kristus
Kristus ingin agar kita sebagai murid-murid dan sahabat-sahabatNya, mau hidup dalam kasih, dalam satu kesatuan, sehingga mau saling peduli kalau ada di antara kita yang tergoda sehingga terperangkap dalam kenikmatan dosa, dan terjebak kesombongan, termasuk kesombongan rohani seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.
Dengan begitu kita semua dapat menikmati keselamatan yang telah diperjuangkan Kristus.
Kepedulian ini harus diletakkan diatas nafsu memberi hukuman setimpal yang membuat orang berdosa merasa jera.
Kalau Kristus yang tidak berdosa, begitu peduli dengan para pendosa yang telah menyedihkanNya, apalagi kita yang sebenarnya juga sering berbuat dosa dan kelalaian.
‘Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapa kah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Allah’ (Roma 14:10).
Ingatlah Kristus telah mengatakan bahwa ukuran yang kita pakai menghakimi orang lain akan dipakai Tuhan untuk menghakimi kita pada Penghakiman Terakhir (Matius 7:2).
Marilah kita saling mengasihi dan mengampuni, karena Tuhan telah terlebih dulu mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kita dan agar pada Penghakiman Terakhir, Allah berkenan menggunakan ukuran belas kasihan terhadap kita.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Bertekun Menjalani Relasi dengan Tuhan
Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










