Enam Penyebab Buncit Anak Muda

HATIYANGBERTELINGA.COM – Kebiasaan buruk sehari-hari yang sering dilakukan oleh anak muda, tanpa disadari dapat memicu timbulnya perut buncit.

Secara medis, kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak di area pinggang dan perut.

Lemak tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu lemak subkutan yang berada di bawah kulit dan lemak viseral yang menumpuk di sekitar organ dalam tubuh.

Meski terlihat sepele, perut buncit sebaiknya tidak diabaikan.

Selain mengganggu penampilan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, hingga diabetes.

Melansir dari berbagai sumber, berikut enam kebiasaan buruk yang sebaiknya dikurangi dan dihindari agar tidak berakhir dengan perut buncit.

Lihat juga: Empat Cara Kurangi Perut Kembung

Lihat juga: Obesitas Picu Serangan Jantung, Segera Ukur Lingkar Perut IMT

1. Kurang tidur dan stres

Anak muda kerap kali bergadang hingga waktu istirahatnya berkurang. Kondisi kurang tidur pun mempengaruhi keseimbangan hormon ghrelin dan leptin yang berperan mengatur rasa lapar dan kenyang.

Saat tubuh kurang tidur, hormon ghrelin (yang memicu rasa lapar) dapat meningkat, sedangkan hormon leptin (yang menekan nafsu makan) akan menurun. Akibatnya, seseorang jadi lebih mudah lapar dan cenderung makan berlebihan.

Selain itu, stres berkepanjangan juga dapat meningkatkan hormon kortisol, yang mendorong penumpukan lemak di bagian perut sebagai respons tubuh terhadap tekanan.

Lihat juga: Kenali Gejala Moyamoya Pada Orang Muda

2. Jarang bergerak atau malas berolahraga

Aktivitas fisik yang rendah membuat kalori dari makanan tidak terbakar dengan optimal.

Saat asupan kalori lebih banyak daripada yang dikeluarkan, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak, termasuk di area perut.

Kurangnya aktivitas juga menyebabkan massa otot berkurang dan metabolisme tubuh menurun, sehingga proses pembakaran lemak menjadi lebih lambat.

Lihat juga: Gaya Hidup Aktif Buat Otak Awet Muda

3. Makan terlalu malam dan konsumsi camilan tidak sehat

Kebiasaan makan terlalu dekat dengan waktu tidur membuat sistem pencernaan bekerja saat tubuh seharusnya beristirahat.

Hal ini pun mengganggu metabolisme dan memperlambat proses pencernaan dalam tubuh.

Jika ditambah dengan kebiasaan mengonsumsi camilan tinggi gula dan rendah nutrisi, lemak pun akan semakin lebih mudah menumpuk di perut.

Lihat juga: Cara Hindari Gejala Parkinson Sejak Usia Muda

4. Konsumsi alkohol dan merokok

Alkohol mengandung kalori tinggi yang mudah disimpan sebagai lemak tubuh.

Bahkan, konsumsi alkohol dapat meningkatkan nafsu makan dan mempengaruhi pola konsumsi makanan yang tidak sehat.

Kebiasaan merokok turut menghambat proses pembakaran lemak dan menyebabkan lemak yang tidak merata pada tubuh, terutama di bagian perut.

Lihat juga: Kaum Muda Waspadai Gejala Penyakit Syaraf

5. Sering bermain gadget dan scroll media sosial sebelum tidur

Kebiasaan menatap layar ponsel sebelum tidur juga menjadi pemicu tidak langsung perut buncit.

Cahaya biru (blue light) dari layar gadget dapat menurunkan produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, kualitas dan durasi tidur menurun.

Banyak anak muda yang melakukan kebiasaan ini sambil mengonsumsi camilan manis atau tinggi kalori, sehingga menambah asupan energi berlebih bagi perutnya.

Lihat juga: Awas, Kaum Muda Terjebak Hustle Culture

6. Kurang minum air putih

Asupan air putih yang cukup sangat penting untuk menunjang metabolisme tubuh dan membantu pembakaran lemak. Jika tubuh kekurangan cairan, proses metabolisme melambat dan pencernaan terganggu.

Sayangnya, banyak anak muda yang lebih sering memilih minuman manis seperti kopi dengan gula, susu, atau sirup yang tinggi kalori, sehingga berisiko meningkatkan timbunan lemak di perut.

Cara mencegah dan mengatasi perut buncit

Kondisi perut buncit dapat dicegah dengan memperbaiki gaya hidup, mulai dari pola makan hingga manajemen stres.

Lihat juga: Tips Finansial Sehat untuk Kaum Muda

Lihat juga: Buat Pengantin Muda: Waspada Pemalsuan Buku Nikah, Ini Cara Bedainnya

1. Perbaiki pola makan

Kurangi konsumsi minuman alkohol dan makanan berlemak, bergula serta tinggi karbohidrat olahan, seperti nasi putih, roti putih, atau makanan cepat saji.

Pilih minuman yang sehat, seperti teh hijau yang berfungsi meningkatkan metabolisme tubuh hingga pembakaran lemak, dan makanan kaya protein seperti telur, ikan, ayam tanpa lemak, dan kacang-kacangan yang dapat memberi rasa kenyang lebih lama.

Kemudian, hindari makan pada waktu larut malam dan batasi camilan tidak sehat, agar kalori tidak berubah menjadi lemak perut.

Lihat juga: Prapaskah: Kaum Muda Waspadai Hipertensi, Batasi Asupan Asin!

2. Rajin berolahraga

Lakukan olahraga aerobik seperti jalan cepat, lari, atau bersepeda setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas ini membantu membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh.

Selain itu, Anda juga dapat olahraga latihan kekuatan (strength training) untuk membentuk massa otot dan meningkatkan sistem metabolisme.

Lihat juga: Muda-Mudi Waspadalah Kejahatan Siber Saat Kencan Online

3. Kelola stres dengan baik

Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu penumpukan lemak.

Untuk mengatasinya, lakukan kegiatan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau aktivitas yang menyenangkan.

Usahakan untuk tidur yang cukup selama 7–9 jam setiap malam agar dapat menjaga keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, anak muda dapat menjaga bentuk tubuh tetap ideal, sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan lemak perut dan metabolisme. (ANTARA)

Lihat juga: Hindari Makanan yang Buat Gangguan Tidur Anak

Lihat juga: BNPT Berharap Anak Muda Tidak Jadi Teroris


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading