Iman yang Baru

Yesaya 65:17-21, Yohanes 4:43-54

Shalom,

Kristus melewati hari raya Paskah orang Yahudi di Yerusalem (provinsi Yudea). Di kota itu Dia membuat banyak mujizat sehingga banyak orang percaya kepadaNya (Yohanes 2:23).

Dari Yudea, Kristus kembali ke daerah asalnya di Galilea dengan melewati provinsi Samaria, dimana Dia menetap dan memberi pengajaran-pengajaran di sana selama dua hari.

Ketika akhirnya sampai di provinsi Galilea, banyak orang menyambutNya, karena mereka sudah mendengar apa yang telah dilakukanNya di Yerusalem, karena banyak orang Galilea juga merayakan Paskah di Yerusalem (Yohanes 4:45)

Lihat juga: Paus Fransiskus: Pesan Paskah Tidak Memberikan Sebuah Mukjizat dari Situasi Sulit yang Kita Alami

Ketika Kristus sampai di Kepernaum, ada seorang pegawai istana datang menjumpaiNya.

Orang itu memohon agar Dia berkenan datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya yang sedang sakit dan dalam keadaan kritis.

Menanggapi permintaan itu, Kristus mengatakan: ‘Jika kamu tidak melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, kamu tidak percaya’.

Lihat juga: Menghayati Mujizat Allah

Di sini Kristus menggunakan kata ‘kamu’, bukan ‘engkau’, sehingga kata-kata itu bukan ditujukan kepada pegawai istana itu secara pribadi, tetapi kepada banyak orang yang mengerumuniNya dan sebenarnya kata-kata itu juga tertuju kepada kita semua saat ini.

Kristus lalu berkata kepada pegawai istana itu: ‘Pergilah, anakmu hidup’.

Orang itu percaya dengan apa yang dikatakan Kristus kepadanya, karena itu dia tidak terus memaksa Kristus untuk datang ke rumahnya.

Lihat juga: Mujizat Kasih

Seandainya kita yang ada dalam posisi seperti pegawai istana itu, apakah kita juga mau percaya kepada Kristus seperti dia?

Jangan-jangan kita tetap akan ‘memaksa’ Kristus untuk tetap datang karena tidak percaya mujizat kesembuhan telah terjadi ‘begitu saja’.

Hal inilah yang sering kita lakukan di dalam doa-doa permohonan.

Lihat juga: Semangat Iman yang Baru

Kita sering mendesak-desak Kristus untuk melakukan apa yang kita mau dan menutup diri terhadap rancanganNya.

Kita baru mau percaya kepadaNya kalau benar-benar sudah melihat mujizat dan tanda-tanda ajaib.

Hal ini berbeda dengan pegawai istana itu.

Lihat juga: Mengimani Proses dari Allah

Dia mau percaya dengan kata-kata Kristus, padahal dia belum tahu apakah betul anaknya yang sedang kritis itu sudah sembuh.

Apalagi, Kristus saat itu seperti tidak berbuat apa-apa.

Injil Yohanes mencatat bahwa sebelum pegawai istana itu sampai di rumahnya, dia sudah ditemui oleh hamba-hambanya untuk mengabarkan bahwa anaknya itu sudah sembuh, tepat di saat Kristus mengatakan ‘anakmu hidup’.

Lihat juga: Meneladani Iman Santo Yusuf

Banyak orang yang berharap mengalami mujizat-mujizat yang spektakuler: penyembuhan Ilahi, pengusiran setan, penampakan-penampakan dan lain sebagainya barulah mau percaya akan kasih dan kuasa Allah.

Padahal justru dengan iman kepercayaan, kita dapat melihat dan mengalami bahwa sebenarnya ada begitu banyak mujizat yang terus terjadi hari demi hari di dalam kehidupan sehari-hari.

Segala mujizat itu tidak akan mampu kita lihat kalau hati dan pikiran kita dipenuhi oleh segala rancangan kita sendiri dan relasi kita dengan Tuhan terus dirusak oleh banyak dosa.

Lihat juga: Sempat Ateis; Bertobat dan Mengimani Yesus 100%

Semuanya itu membuat kita tidak mau atau tidak mampu percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati.

Allah berfirman melalui nabi Yesaya: ‘Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru, hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati’ (Yesaya 65:17).

Yang Allah ciptakan bagi kita bukan hanya alam semesta saja, tetapi Dia juga selalu berkenan menciptakan iman yang baru di hati kita. Iman yang mau sepenuhnya percaya kepadaNya.

Lihat juga: Sohib Yesus Bilang ke Gue: Dasar Lu Orang Kurang Percaya!

Hanya dengan iman seperti itu, kita dapat melihat bahwa Allah bekerja dalam segala perkara untuk kebaikan orang-orang yang mau percaya kepadaNya (Roma 8:28).

Kalau di dalam menghadapi saat-saat yang sulit dan penuh tantangan, kita tetap percaya pada FirmanNya, tetap teguh dan setia di dalam jalanNya, maka pada saatnya semua kesulitan itu akan berlalu dan kita menjadi mengerti ternyata Allah tidak membiarkan kita seorang diri dalam menghadapi kesulitan hidup.

Di dalam mengatasi segala tantangan hidup itulah, kita justru lebih dapat menyadari dan mengalami pertolongan Allah, sehingga setelah segalanya berlalu, kita tidak hanya mengingat kesulitan-kesulitan yang pernah dihadapi, tetapi terlebih mau mengingat bagaimana Tuhan telah menolong kita.

Lihat juga: Percaya Yesus Bukan Legalisme

Segala kesulitan dan tantangan itulah yang justru membawa kita semakin mau mengandalkan Allah dan semakin percaya kepadaNya.

Iman yang telah diperbarui seperti ini sungguh akan berkenan dihadapan Allah: ‘Aku akan bersorak sorai karena Yerusalem dan bergirang karen umatKu: di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak’ (Yesaya 65:19).

Iman yang penuh kepercayaan kepada kasih dan kuasa Allah serta kepasrahan untuk masuk ke dalam rancangan-rancanganNya, akan membuat hidup setiap kita menjadi tetap damai dan bahagia dalam segala situasi kehidupan.

Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya

Janganlah terus menuntut Allah untuk masuk kedalam rancangan-rancangan kita dan memperlihatkan tanda-tanda kehadiranNya, tanda-tanda KuasaNya sesuai dengan apa yang kita mau, tetapi imanilah bahwa Allah yang mencintai kita, tidak akan pernah jauh dari kita.

Percayalah bahwa di dalam kasihNya, Dia selalu ingin kita mengalami kebahagiaan sejati, bukan hanya kesenangan-kesenangan atau kebanggaan-kebanggaan sesaat saja.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Sahabat Sejati


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading