Kisah Para Rasul 11:1-18,
Yohanes 10:1-10
Shalom,
Kristus mengumpamakan DiriNya sebagai Pintu kandang domba milik BapaNya.
Kandang perlu dibuat ditengah padang rumput agar domba-domba dapat terlindung dari hewan-hewan pemangsa dan dari para pencuri yang biasa datang pada malam hari.
Dengan mengatakan bahwa Dia adalah Pintu Kandang, Kristus mau mengatakan bahwa Dialah Pintu masuk untuk para gembala yang benar dan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya untuk memperoleh kedamaian dan keselamatan hidup sejati di dunia saat ini dan di kehidupan kekal .
Lihat juga: Bekerja untuk Kehidupan Kekal
Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita
Seorang gembala akan datang pada pagi hari untuk memberi makan domba-domba gembalaannya.
Untuk dia, penjaga pintu akan membukakan pintu. Tetapi seorang pencuri dan perampok ternak akan masuk dengan memanjat pagar.
Dalam hal ini Kristus ingin menyampaikan bahwa gembala umat yang benar adalah orang-orang yang membimbing umat melalui dan di dalam NamaNya. Sedangkan seorang pencuri domba, pasti tidak akan melalui dan bekerja untuk Dia.
Tujuan pencuri adalah mengambil domba untuk digunakan bagi kepentingan diri sendiri.
Lihat juga: Menggembalakan Domba-domba Kristus
Lihat juga: Bersatu dengan Kristus untuk Memperoleh Hidup
Kristus mengatakan: ‘Semua yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok dan domba itu tidak akan mendengarkannya’.
Yang dimaksud Kristus dengan orang-orang ‘sebelum Aku’ bukan para nabi atau tokoh-tokoh Perjanjian Lama. Yang Dia maksud, karena gemba la datang ke kandang domba pada pagi hari maka yang datang sebelumnya berarti datang pada malam hari.
Orang yang datang dalam kegelapan malam, dalam arti kiasan adalah orang-orang yang bermaksud jahat. Mereka itulah pencuri atau perampok.
Ungkapan ini ditujukan Kristus bagi orang-orang Farisi, karena sebelum Kristus datang merekalah yang dipercaya sebagai pemuka agama, yang dapat menafsirkan Firman dan kehendak Allah.
Padahal mereka sendiri masih sarat dengan kepentingan diri dan cinta akan harta. Merekalah yang selalu menghalangi dan mencoba memisahkan dan menceraiberaikan orang-orang yang mau percaya kepada Kristus, agar orang-orang tersebut tetap ada dalam penguasaan mereka dan dapat dimanfaatkan bagi kepentingan mereka dan kelompoknya.
Lihat juga: Ragi Orang Farisi dan Herodes
Lihat juga: Ilmuwan Temukan Fakta Baru Relikwi Rasul Filipus dan Yakobus
Para rasul dan murid-murid Kristus lainnya terkejut ketika mendengar kabar bahwa Petrus telah masuk ke rumah dan bahkan membaptis Kornelius, seorang perwira Roma yang tinggal di Kaisarea, karena sampai saat itu mereka yakin, keselamatan hanya ditujukan untuk bangsa Yahudi atau bangsa lain yang mau menjadi bangsa Yahudi dengan mengikuti adat istiadat dan tradisi mereka.
Masuk ke dalam rumah orang ‘kafir’ adalah hal yang dilarang hukum Taurat. Apalagi membaptisnya.
Ketika kembali ke Yerusalem, Petrus menjelaskan dengan teliti apa yang telah dilakukannya.
Di kota Yope dia mendapat suatu penglihatan: ada suatu kain lebar yang bergantung pada ke 4 sudutnya. Kain itu diturunkan dari langit dan sampai di depannya.
Ternyata di dalamnya ada segala jenis hewan termasuk hewan liar dan menjalar. Kemudian dia mendengar suara yang menyuruhnya memakan daging hewan-hewan itu.
Petrus menolak karena sebagian hewan-hewan itu haram untuk dimakan menurut ketentuan hukum Taurat. Tetapi kemudian suara itu berkata: ‘Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram’.
Kejadian ini sampai 3 kali berulang, kemudian kain itu ditarik kembali ke langit. Tepat setelah mendapat penglihatan yang ketiga, Petrus dikunjungi 3 orang yang meminta dia datang ke kota Kaisarea yang tidak jauh dari Yope.
Di sana dia berjumpa dengan Kornelius yang bersaksi bahwa ketika dia sedang berdoa, malaikat menampakkan diri kepadanya.
Malaikat itu menyuruh dia untuk menjemput Petrus yang sedang ada di Yope, karena melalui Petrus dia dan keluarganya akan mendapat keselamatan. Itulah sebabnya dia menyuruh orang-orangnya mengundang Petrus yang belum dia kenal.
Petrus sadar bahwa penglihatan yang dia terima dan kejadian itu pasti ada kaitannya. Apalagi ketika dia mulai mau bersaksi tentang Kristus, Roh Kudus turun atas Kornelius dan keluarganya, persis seperti yang dialami para rasul pada hari Pentakosta, di ruang atas di Yerusalem.
Melihat itu, Petrus mengambil kesimpulan: ‘Jika Allah memberi karuniaNya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimana aku mencegah Dia?’ (Kisah Para Rasul 11:17).
Lihat juga: Memaknai “Tanda” Sesuai Kehendak Tuhan
Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan
Peristiwa yang dialami Petrus ini membuka pikiran dia dan para rasul lainnya bahwa pertobatan juga dikarunia kan untuk bangsa-bangsa lainnya.
Hal ini menjadi pegangan bagi mereka untuk memberi izin kepada Paulus untuk mewartakan Injil Kristus kepada bangsa-bangsa lain.
Keputusan Petrus untuk membaptis Kornelius, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, bukan untuk mencari popularitas dengan mengabaikan hukum Taurat dan semata-mata menggunakan wewenangnya sebagai penerus tugas Kristus.
Dia tidak bertindak seperti pencuri atau perampok yang menimbulkan perpecahan atau yang mengajarkan penyesatan-penyesatan.
Dia justru melakukan itu karena mengikuti petunjuk Kristus, melalui 3 kali penampakan yang sama.
Petrus dan para rasul lainnya juga teringat kata-kata Kristus sebelumnya bahwa ada domba-domba dari kandang lain yang juga akan dituntun dan disatukan menjadi satu kawanan domba (Yohanes 10:16).
Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya
Lihat juga: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup
Kristus memposisikan DiriNya sebagai Pintu kandang domba-domba Allah. Sebagai murid-muridNya, kita punya kewajiban untuk meneruskan tugas Kristus itu.
Kita harus menunjukkan kepada semua orang bahwa Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup (Yohanes 14:8).
Dialah satu-satunya Jalan untuk dapat masuk ke Rumah Bapa. Dialah yang menunjukkan kebenaran-kebenaran sejati yang sering kali dibiaskan oleh orang-orang yang punya wewenang demi kepentingan diri atau kelompoknya sendiri.
Karena Dia sendiri adalah Kebenaran, Dia tidak mungkin salah. Dialah juga yang memberi kita hidup kekal, dengan rela menebus kita dengan DarahNya.
Mari kita bersama-sama sebagai orang-orang yang telah dipilih dan dipercaya Kristus, dengan penuh tanggung jawab dan kegembiraan menyampaikan ajaran-ajaran Kristus di mana saja dan kapan saja melalui keteladanan hidup dan kata-kata kita.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya
Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












