Kisah Para Rasul 11:19-26,
Yohanes 10:22-30
Shalom,
Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah, Kristus berjalan-jalan di serambi Salomo di Bait Allah.
Hari raya ini untuk memperingati penyucian kembali mezbah Bait Allah yang dilakukan Yudas Makabe di tahun 164 SM, setelah ia merebut kembali Bait Allah dari raja Siria yang telah menajiskan mezbah itu dengan menjadikannya sebagai meja persembahan untuk dewa Zeus (2 Makabe 10:3).
Lihat juga: Membawa Persembahan untuk Tuhan
Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita
Orang-orang yang melihat Kristus mengerumuniNya dan meminta ketegasan, apakah Dia sungguh Mesias yang telah dinubuatkan para nabi sejak berabad-abad sebelumnya atau bukan.
Permintaan ini sebenarnya sesuatu yang janggal karena Kristus telah beberapa kali mengatakannya.
Malahan pada hari raya Pondok Daun yang belum lama mereka rayakan, dengan tegas Dia mengatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik.
Dalam kitab para hakim, kata gembala sering dipakai sebagai sebutan untuk Mesias. Selain itu tanda-tanda Ilahi yang telah dibuatNya (pengajaranNya yang mempesona dan mujizat-mujizatNya yang dahsyat) sebenarnya sudah dengan tegas menyatakan itu.
‘Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama BapaKu, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku’.
Orang-orang Yahudi meminta ketegasan dari Kristus, bukan karena Kristus tidak mengatakannya, tetapi karena mereka tetap tidak mau percaya kepadaNya.
Karena itu Kristus mengatakan, mereka bukan domba-dombaNya sebab semua domba akan mendengarkan suara gembalanya dan mengikutinya.
Lihat juga: Pintu Kandang Domba
Lihat juga: Menggembalakan Domba-domba Kristus
Seperti yang telah dikatakan Kristus, tanda seseorang benar-benar domba/muridNya yang sejati bukan dari nama, kebangsaan atau keturunannya, tetapi apakah sungguh mau mendengarkan, percaya dan mentaati ajaran-ajaran Kristus yang didasarkan pada kasih kepada Allah dan sesama:
‘Semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridKu jikalau kamu saling mengasihi’ (Yohanes 13:35).
Dari perbuatan dan kata-kata kita, dunia akan tahu apakah kita murid Kristus atau bukan.
Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya
Lihat juga: Berpuasa untuk Mendengarkan Kehendak Tuhan
Kristus berjanji bahwa sebagai domba-dombaNya, Dia akan memberi kita hidup yang kekal dan akan melindungi kita sehingga tidak ada seorangpun yang mampu merebut kita dari tanganNya yang Maha Kuasa.
Kalau pada kenyataannya ada murid-murid yang meninggalkan Kristus, itu bukanlah karena kegagalan Kristus memenuhi janjiNya, tetapi karena dalam diri orang tersebut sesungguhnya tidak tertanam ajaran-ajaran dan iman kepada Kristus.
Mereka mendengar dengan telinga tetapi tidak menanamkannya di dalam hati dan pikiran sehingga saat godaan dan tantangan hidup datang, mereka goyah dan lebih percaya pada allah-allah lain.
Bukan Kristus yang tidak mampu melindungi tetapi orang tersebut yang menolak dilindungi.
Meskipun begitu, Kristus tetap mengasihi mereka dan akan terus memanggil untuk kembali ke dalam kawanan dombaNya.
Lihat juga: Quick Count: 4 Mau Jadi Suster, 3 Jadi Romo, 3 Enggak Mau Jadi Romo; Minggu Panggilan 2023
Lihat juga: Menghayati Mujizat di Kana
Setelah Stefanus dibunuh dengan keji, terjadi pengejaran dan penganiayaan terhadap murid-murid Kristus di Yerusalem. Karena itu para murid, kecuali para rasul, meninggalkan Yerusalem dan menyebar ke Fenisia, Siprus, Antiokia dan kota-kota lainnya.
Mereka terusir dari Yerusalem dan pasti mengalami penderitaan. Tetapi iman mereka kepada Kristus tidak goyah.
Di kota yang baru, mereka tetap bersaksi tentang Kristus kepada orang-orang Yahudi yang tinggal di kota tersebut. Malahan murid-murid yang bisa berbahasa Yunani, juga bersaksi tentang Kristus di depan orang-orang yang berbahasa Yunani.
Karena Roh Kudus menyertai mereka, banyak orang-orang Yahudi maupun Yunani yang percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan (Kisah Para Rasul 14:19-21).
Lihat juga: Percaya Tanpa Syarat
Lihat juga: Tetap Taat dan Percaya di Saat Kecewa
Para rasul di Yerusalem mendengar bahwa ada bangsa-bangsa lain yang percaya kepada Kristus di kota-kota lain.
Mereka lalu mengutus Barnabas ke kota Antiokia. Ketika sampai di kota itu, Barnabas terkejut melihat ada begitu banyak orang Yunani yang percaya kepada Kristus.
Tentu saja dia sangat gembira. Tetapi dia juga melihat bahwa tetap ada kesulitan bahasa bagi para murid Kristus untuk bersaksi dan mengajarkan apa yang diajarkan Kristus kepada orang-orang Yunani.
Karena itu Barnabas berinisiatif mengundang Saulus yang telah dikenalnya, yang saat itu tingal di Tarsus untuk membantu mewartakan Injil Kristus, karena dia sangat fasih berbahasa Yunani dan mengenal ajaran-ajaran Kristus dengan baik dan benar.
Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya
Lihat juga: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup
Di Yerusalem, para murid Kristus mendapat tekanan hebat dari para pemimpin agama Yahudi.
Tetapi iman mereka tidak goyah. Inilah yang dikatakan dan dijanjikan Kristus.
Tidak ada seorang pun atau keadaan apapun yang dapat merebut iman Kristiani dari domba-domba milikNya, karena domba hanya mau mendengar suara gembalanya.
Mari kita saling menolong, saling meneguhkan dan saling berbagi kesaksian iman, sehingga dalam segala situasi kehidupan kita selalu saling berbagi kasih.
Hanya dengan begitu dunia akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Kristus dan kita sendiri akan semakin peka untuk mendengar bimbingan Roh dan berani melakukannya.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru
Lihat juga: Yesus Mencela Kedegilan Hati Murid-Nya
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












