Wartakanlah Injil dengan Kasih

1 Korintus 9:16-19, 22-23
Markus 16:15-20

Shalom,

Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil:

‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum’.

Injil adalah kabar gembira yang membawa damai. Suatu kegembiraan apalagi kedamaian tidak mungkin dapat terjadi dengan suatu ancaman.

Karena itu Kistus tidak meminta kita untuk menghukum/mengutuki mereka yang tidak mau percaya kepada Injil, karena Injil harus diwartakan dengan kasih, kepedulian, kekudusan dan kerelaan mau berkorban untuk menolong orang-orang yang sedang berbeban, seperti yang telah diteladani sendiri oleh Kristus.

Tetapi di dalam kasih Kristus juga menyadarkan kita, siapa yang tidak percaya, akan menerima hukuman.

Hukuman ini bukan dari Allah tetapi dari penolakannya untuk percaya.

Lihat juga: Waspada Terhadap Penyesatan Iblis

Kristus mengajarkan kita untuk selalu berbelas kasih kepada semua orang tanpa kecuali.

Kasih adalah memberi (to love is to give).

Di dalam kasih kita mau memberi perhatian, pengampunan, pertolongan khususnya kepada orang-orang yang sedang berbeban atau berkekurangan.

Kalau kita menolak untuk memberi, meskipun dengan berbagai macam alasan yang ‘masuk akal’ maka pada saat kita sadar kematian sudah mendekat, kegelisahan dan ketakutan pasti akan sangat menyiksa.

Dengan kematian semua harus dilepaskan untuk dapat masuk dalam kekudusan rumah Bapa.

Dendam, iri, dengki dan kekcewaan harus dilepaskan karena akan membuat kita tidak mampu menerima kepenuhan kerahiman Allah.

Segala harta kepemilikan yang selama ini kita banggalan dan sayangi juga harus dilepaskan karena akan segera dibagi-bagikan tanpa kita bisa banyak terlibat.

Hanya dengan ketaatan kepada ajaran Kristus untuk terbiasa memberi dan melepaskan, kita akan dapat hidup dalam kedamaian.

Allah tidak menghukum ketidaktaatan kita dengan ketakutan dan kegelisahan yang menyiksa, tetapi itu akan terjadi kalau kita menolak untuk percaya dan taat kepada ajaran-ajaran Kristus.

Lihat juga: Keselamatan Bagi yang Percaya

Lihat juga: Viral Hoaks! Paus Yohanes Paulus II Pindah Agama

Santo Paulus menyadari betul tugas yang dipercayakan Kristus kepadanya untuk mewartakan Injil, karena itu dia mengatakan:

‘Jika aku memberitakan Injil, aku tidak punya alasan untuk memegahkan diri. Sebab hal itu adalah keharusan bagiku. (Sebaliknya) celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil’ (1 Korintus 9:16).

Dengan kata-katanya ini, Paulus mau menekankan bahwa yang celaka bukan hanya orang-orang yang menolak percaya kepada Injil, tetapi juga semua murid Kristus yang tidak mau mewartakan Injil, karena dengan begitu, orang itu telah melalaikan tugas dari Kristus.

Oleh kasihNya, Kristus telah melayakkan kita menjadi sahabat-sahabatNya, bahkan menjadi anak-anak Allah (Roma 8:15).

Karena itu di dalam pewartaan Injl, janganlah mencari upah, baik materi atau berupa puja-puji yang dapat membuat kita
memilih-milih ke mana Injil mau diwartakan.

Seorang anak yang telah dewasa tidak akan mencari upah saat menolong orang tuanya tetapi dia melakukannya atas dasar ingin membalas kasih.

Yang bekerja untuk mendapat upah pada dasarnya adalah seorang hamba, bukan anak.

Kesadaran telah dilayakkan sebagai sahabat Kristus membuat Paulus dengan tegas mengatakan:

‘Upahku adalah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil’ (1 Korintus 9:18 ).

Lihat juga: Diutus Yesus Memberitakan Injil

Lihat juga: Kristus Melemparkan Api

Menjadi sahabat Kristus adalah upah terbesar yang tidak ada bandingannya dengan segala upah duniawi.

Kesadaran seperti ini juga melekat erat dalam diri Santo Fransiskus Xaverius yang wafatnya kita peringati hari ini.

Dia rela pergi mewartakan Injil ke mana-mana mengikuti arahan Roh Kudus, sehingga diapun sempat berkarya di Indonesia.

Kristus menugaskan para muridNya mewartakan Injil ke seluruh dunia.

Untuk itu Dia menjanjikan mereka karunia-karunia Roh Kudus yang memungkinkan mereka melakukan hal-hal yang dahsyat: mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, berbicara dengan penuh khidmat sehingga dapat menyentuh hati orang yang dilayani.

Karunia-karunia itu bukan untuk membuat para murid terlihat ‘sakti’ , tetapi untuk menunjukkan bahwa Kristus sungguh Raja alam sentosa yang dapat menggerakkan apapun yang Dia kehendaki untuk membuat orang yang mendengar pewartaan murid-muridNya menjadi percaya.

Lihat juga: Dipilih dan Diutus

Karena itu jangan ragu untuk diutus.

Dengan kuasaNya, Allah tidak membutuhkan orang yang mampu, karena Dia sanggup untuk memampukan.

Yang Dia inginkan adalah orang-orang yang mau mentaati perintah-perintahNya, termasuk perintah untuk mewartakan Injil di manapun kita beraktivitas.

Ketika kita berbuat kasih dan mau dengan tulus menolong orang lain yang sedang berbeban, kita mewartakan kemurahan hati Tuhan.

Ketika kita mau mengampuni semua orang yang telah menyakiti, kita telah mewartakan kerahiman Allah.

Melalui sikap iman seperti ini kita mewartakan siapa Kristus yang kita sembah dan apa yang telah diajarkanNya untuk memperoleh damai sejahtera.

Dengan cara ini juga kita dapat terus berjaga-jaga dan waspada, di dalam menantikan kedatangan Kristus sebagai Hakim yang Mulia.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Waspadalah di dalam Kesuksesan

Lihat juga: Kedatangan Kerajaan Allah


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Menyambut Raja Damai

    Yesaya 11:1-10 Lukas 10:21-24 Shalom, Setelah menyelesaikan tugasnya, ke 70 murid Kristus yang pertama kali diutus untuk mewartakan Injil, kembali menemui Kristus dengan gembira karena mereka mengalami sendiri bagaimana di

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading