Bekerja untuk Kehidupan Kekal

Kisah Para Rasul 6:8-15,

Yohanes 6:22-29

Shalom,

Kristus mengadakan mujizat pergandaan roti dan ikan di seberang danau Tiberias, menjelang malam hari.

Setelah itu Dia naik ke bukit seorang diri, sedangkan para rasul dimintaNya untuk mendahului menyeberang dengan satu-satunya perahu yang ada di situ ke Kapernaum.

Dari ribuan orang yang mengalami mujizat di senja itu, banyak juga yang pada malam itu tetap tinggal di seberang danau, karena mereka sudah kenyang.

Keesokan harinya mereka tidak melihat Kristus di tempat itu lagi sehingga ketika ada perahu-perahu datang, mereka meninggalkan tempat itu untuk menyeberang pulang ke Kepernaum sambil terus mencari keberadaan Kristus.

Mereka terkejut ketika pada pagi itu menemukan Kristus sudah ada di Kapernaum.

Mereka terheran-heran dan bertanya kepada Kristus, kapan dan bagaimana Dia dapat sampai ke kota itu.

Mereka tidak tahu bahwa pada malam itu Kristus membuat mujizat besar lagi, menyelamatkan para rasul dari badai hebat yang bertiup, dengan berjalan di atas danau yang airnya sedang bergelombang dahsyat.

Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya

Lihat juga: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup

Kristus tidak menjawab pertayaan mereka, tetapi Dia mengungkapkan apa yang sesungguhnya ada di dalam hati mereka: ‘Sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda (bahwa Dia adalah Nabi Besar yang telah dinubuatkan Musa, nabi yang harus mereka taati, seperti yang mereka katakan sendiri setelah mengalami mujizat (Yohanes 6:14)), melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang’.

Kristus lalu menasehati mereka: ‘Bekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu’.

Lihat juga: RIP Mgr. Petrus Turang, Prabowo Kenang Uskup Kerja untuk Rakyat Kecil

Lihat juga: Yesus Makan Ikan Bakar dan Roti Panggang, Bangkit!

Manusia membutuhkan makanan untuk kesehatan dan kekuatan jasmaninya sehingga dapat melakukan segala aktivitas dengan baik.

Tetapi Kristus mengingatkan bahwa hidup kita bukan hanya sebatas di dunia ini saja.

Setelah kematian di dunia, kita semua akan beralih kekehidupan kekal.

Apa yang akan kita alami di kehidupan kekal, apakah kebahagiaan sejati atau penderitaan abadi, ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat masih hidup di dunia.

Seperti kita membutuhkan makanan jasmani untuk hidup di dunia, untuk kehidupan kekal juga dibutuhkan makanan yang harus disiapkan dari saat ini yaitu melakukan kehendak Allah.

Kita tahu dengan pasti apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan, hanya dari Kristus, karena Dia berasal dari Surga dan akan kembali ke Surga.

Karena itulah Kristus mengatakan: ‘Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah’.

Lihat juga: Diampuni, Diubah dan Diutus

Lihat juga: Diutus Yesus Memberitakan Injil

Stefanus adalah salah satu dari 7 diakon yang telah dipilih Allah melalui para rasul.

Tugas utamanya adalah melayani persoalan-persoalan administrasi untuk kesejahteraan hidup seluruh jemaat (pelayanan ‘meja’).

Tetapi setelah menyelesaikan tugas utamanya, dia ikut membantu para rasul untuk mewartakan Injil Kristus, khususnya untuk orang-orang yang berbahasa Yunani.

Stefanus memang termasuk orang Yahudi diaspora (yang hidup di perantauan dan berbahasa Yunani).

Dengan menyampaikan ajaran-ajaran Kristus dalam bahasa Yunani, semakin banyak orang-orang Yahudi diaspora yang menjadi percaya kepada Kristus.

Karena itulah dia menjadi sasaran kebencian para pemimpin agama Yahudi di perantauan yang tidak percaya dengan Kristus.

Mereka berusaha memojokkan Stefanus dengan mengajaknya berdebat.

Tetapi Roh Kudus memberi Stefanus kata-kata hikmat, sehingga lawan-lawannya tidak bisa membantah kebenaran-kebenaran yang dia sampaikan.

Gagal mempermalukan Stefanus dengan perdebatan, orang-orang ini mulai memfitnah dia dan mengajukannya ke Mahkamah Agama Yahudi dengan tuduhan, dia telah menghujat nabi Musa dan Allah.

Tuduhan yang sama yang disampaikan orang-orang Farisi dan imam-imam kepala kepada Kristus di Mahkamah Agama yang sama juga.

Lihat juga: Kristus Menyediakan Santapan untuk Kita

Lihat juga: Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

Kristus meminta kita untuk sungguh-sungguh mencari makanan yang bertahan sampai kekehidupan kekal.

Artinya, Dia ingin kita terus mempelajari dan mempraktekkan ajaran-ajaranNya.

Ajaran-ajaran Kristus bukan hanya harus dipraktekkan di saat kita ada di lingkungan gereja atau di pelayanan sosial saja, tetapi yang penting justru melakukannya di tempat di mana kita beraktivitas sehari-hari.

Kejujuran, mau peduli kepada sesama khususnya orang-orang yang sedang berbeban, mau memaafkan yang bersalah, semua harus dilakukan di mana pun dan kapanpun juga, untuk menyatakan kesetiaan kita kepada Allah di tengah godaan dan tantangan dunia.

Untuk dapat melakukan itu, kita mutlak harus menyediakan waktu-waktu khusus untuk berdoa, beribadah dan merenungkan Firman Allah, karena hanya dengan memiliki relasi yang erat dengan Tuhan, kita dimampukan melakukannya dan selalu siap dijadikan alat Kristus untuk mewartakan InjilNya.

Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk

Lihat juga: Bersama Yesus Pergi Beritakan Injil ke Tempat Lain

Inilah keteladanan yang ditunjukkan Stefanus. Tugas utamanya adalah ‘melayani meja’ tetapi dia tetap menyediakan waktu untuk membantu para rasul dalam penginjilan kepada orang-orang Yahudi diaspora, karena para rasul memiliki kesulitan bahasa dengan mereka.

Memang tidak selamanya perbuatan baik kita mendapat tanggapan baik dan menyenangkan. Tetapi dalam segala suka duka, Allah dapat memakai kita memenuhi rancangan-rancanganNya.

Imam besar dan imam-imam kepala, para anggota Mahkamah Agama, tidak akan mau mendengar dan mempelajari ajaran-ajaran Kristus, kalau bukan karena mau mengadili murid-murid Kristus.

Di dalam sidang, mereka juga mendengarkan kesaksian iman Stefanus, sehingga sebenarnya Kebenaran Firman Allah telah disampaikan kepada mereka.

Apa tanggapan mereka atas Firman itu, adalah tanggung jawab mereka sendiri.

Lihat juga: Berdoa dan Mendengarkan FirmanNya

Lihat juga: Berlindung Pada Firman Allah

Hal ini juga menunjukkan bahwa dalam segala situasi, kita tetap dapat bersaksi tentang ajaran-ajaran Kristus.

Mari kita inggat, jangan hanya bekerja untuk makanan yang dapat binasa.

Janganlah bekerja hanya untuk memenuhi kepuasan daging sesaat, tetapi bekerjalah untuk memperoleh kebahagiaan dan kedamaian sejati di dunia saat ini dan sebagai bekal untuk masuk ke dalam kehidupan kekal.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Kasih Menyelamatkan Kita

Lihat juga: Yesus Tanda Kasih Sejati dari Surga


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading