Kasih dan Kerendahan Hati

Kisah Para Rasul 13:13-25,

Yohanes 13:16-20

Shalom,

Dalam perjamauan makan malam terakhir bersama para rasulNya, secara mengejutkan Kristus membasuh kaki para rasulNya, termasuk kaki Yudas Iskariot yang Dia tahu segera akan mengkhianatiNya.

Dia yang adalah Putera Allah dan sangat dihormati murid-muridNya, mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan seorang budak.

Padahal Yohanes Pembaptis pada saat dia sangat dihormati banyak orang dan dipercaya sebagai seorang nabi besar, mengatakan bahwa dirinya tidak pantas untuk sekedar melepaskan kasut Kristus (Matius 3:11).

Di malam itu, Kristus bukan hanya membuka kasut para muridnya, Dia membasuh kaki mereka satu persatu.

Lihat juga: Kamu Wajib Saling Membasuh Kaki

Lihat juga: Bersaksi Setelah Disembuhkan

Setelah selesai membasuh, Kristus mengatakan ‘Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya atau seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya’.

Dengan kata-kata ini Kristus mau menyampaikan bahwa murid-muridNya harus selalu mau melayani sesama dengan kasih dan kerendahan hati, dengan selalu menganggap orang lain lebih penting dari diri kita sendiri.

Hanya dengan demikian kita dapat saling menyatakan kasih dan menghadirkan Kristus di tengah dunia, sehingga kebahagiaan dan kedamaian pun senantiasa ada di dalam hati dan pikiran kita.

‘Jikalau kamu tahu semua itu (tahu tentang kasih yang tulus dan kerendahan hati) maka berbahagialah kamu’.

Di sini Kristus mengajarkan kita bahwa dengan sikap seperti itu, kita terbebas dari sikap mudah tersinggung, dendam, iri dan benci yang justru menyakiti diri sendiri.

Sayangnya ada banyak orang, mungkin termasuk diri kita, yang bukan tidak tahu tetapi tidak mau melakukannya.

Kita harus berlomba-lomba berbuat kasih terlebih dahulu, untuk lebh mau melayani dari pada berharap dilayani, lebih mau mengerti dari pada dimengerti.

Lihat juga: Iri Hati dan Cemburu

Lihat juga: Kasih Mengatasi Badai

Pada suatu hari Sabat di Antiokhia, ketika mendapat kesempatan berbicara, Paulus secara singkat tetapi dengan jelas menggambarkan sejarah karya keselamatan yang dilakukan Allah untuk bangsa Yahudi.

Dengan menguraikan itu dan memperlihatkan bagaimana Allah selalu menepati janji-janjiNya, Paulus ingin umat Antiokia percaya bahwa Yesus adalah keturunan Daud yang dijanjikan Allah untuk menyelamatkan Israel.

Dialah Mesias yang telah lama dinubuatkan para nabi (Kisah Para Rasul 13:23).

Karena itu, kalau mereka mau mengalami keselamatan, tidak ada jalan lain selain percaya akan ajaran-ajaranNya dan mengikuti segala keteladanan kasihNya.

Lihat juga: Mujizat Kasih

Lihat juga: Hidup dalam Kasih Allah

Semua orang pasti ingin memperoleh keselamatan, ingin mengalami kebahagiaan dan kedamaian di dalam kehidupan saat ini maupun di alam kekekalan.

Akan tetapi kenyataannya tidak semua orang mau percaya dan mengikuti apa yang diajarkan Kristus, Sang Juru Selamat.

Di malam perjamuan makan terakhir, Kristus mengatakan dengan jelas bahwa Dia sudah tahu, di antara para rasulNya ada yang akan berkhianat.

Dengan mengatakan apa yang akan terjadi pada DiriNya, Dia menunjukkan kuasaNya sebagai Putera Allah, supaya murid-muridNya percaya kepadaNya.

‘Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga, sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia (Mesias)’.

Lihat juga: Percaya Yesus Bukan Legalisme

Lihat juga: Waspadalah Kebutaan Rohani

Sering kali kita terlalu sombong untuk mau bersikap rendah hati dengan mau menganggap orang lain lebih penting.

Kita sering mengeraskan hati sehingga ketika Tuhan memberi kemampuan dan kesempatan untuk berbuat kasih menolong orang yang sedang memerlukan pertolongan atau untuk memaafkan orang yang bersalah, kita menolaknya.

Kristus memberi teladan kerendahan hati dan kasih.

Dia juga menunjukkan kuasaNya karena Dia ingin kita percaya kepadaNya.

Semoga semakin hari kita semakin lebih mau percaya dan taat mengikuti ajaran-ajaranNya.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Iman dan Ketaatan

Lihat juga: Percaya Pada Kebijaksanaan Allah


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading