Kisah Para Rasul 13:26-33,
Yohanes 14:1-6
Shalom,
Setelah Kristus mengatakan kepada para rasulNya bahwa Dia akan pergi ke tempat di mana mereka tidak mungkin dapat ikuti (Yohanes 13:33), para rasulNya menjadi gelisah dan cemas.
Sampai saat itu mereka tidak pernah berpikir bahwa suatu saat mereka akan berpisah dari Kristus.
Mereka malahan sangat berharap suatu saat Kristus akan menjadi Raja dan mereka akan menjadi orang-orang terpenting di dalam kerajaanNya.
Kristus yang mengetahui kegelisahan para rasulNya kemudian mengatakan kepada mereka: ‘Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percaya juga kepadaKu’.
Lihat juga: Percaya Tanpa Syarat
Lihat juga: Bersaksi Setelah Disembuhkan
Di dalam kehidupan sehari-hari ada banyak hal yang dapat membuat kita gelisah: sakit penyakit serius yang tidak sembuh-sembuh, perpisahan dengan orang yang dikasihi, kesulitan dalam keuangan, permasalahan dalam keluarga dan lainnya
Dalam situasi kondisi seperti itu, mari kita ingat apa yang dikatakan Kristus kepada para rasulNya: ‘Jangan gelisah, percayalah kepadaKu’.
Di dalam kasihNya, Allah berjanji untuk selalu memberi kekuatan, penghiburaran dan jalan keluar (1 Korintus 10:13).
Jangan biarkan diri berlama-lama terbenam di dalam kegelisahan, karena dapat membuat iman kita menjadi rapuh dan tergoda untuk mencari allah-allah lain.
Percayalah bahwa Allah adalah sumber kekuatan dan penghiburan kita.
Lihat juga: Tetap Taat dan Percaya di Saat Kecewa
Lihat juga: Percaya Pada Kebijaksanaan Allah
Kristus lalu berjanji, kepergianNya adalah untuk menyediakan tempat di Rumah Bapa bagi kita semua yang percaya kepadaNya.
Yang dimaksud Kristus dalam hal ini, kematianNya akan membuka jalan bagi kita semua untuk masuk ke dalam kehidupan kekal yang berbahagia.
Kristus juga berjanji setelah kepergianNya Dia akan datang kembali ke tengah dunia.
Dalam hal ini yang Dia maksud adalah:
-Dia akan mencurahkan RohNya untuk selalu membimbing dan memberi kemampuan kepada murid-muridNya agar dapat melakukan apa yang telah Dia ajarkan untuk memperoleh kebahagiaan hidup, di dunia mau pun di alam baka (Yohanes 14:26)
-Pada akhir zaman Dia akan datang untuk menghakimi semua makhluk (Matius 24:29-31)
Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk
Lihat juga: Beritakan Injil kepada Segala Makhluk
Di Antiokia Pisida (bukan Antiokhia di Aram, kota di mana pengikut Kristus pertama kali disebut sebagai orang Kristen), Paulus memperkenalkan Kristus kepada orang-orang Yahudi yang tinggal di pulau itu.
Meskipun Kristus ditolak dan disalibkan oleh para pemuka agama di Yerusalem dengan menggunakan kekuasaan yang ada pada Pontius Pilatus, Allah ternyata membangkitkan Dia dari alam maut.
Setelah Dia dimakamkan, Dia bangkit dan menampakkan Diri kepada banyak orang, terutama orang-orang yang telah setia mengikuti Dia dari Galilea sampai ke Yerusalem di Yudea.
Mereka itulah yang kemudian menjadi saksi-saksi kebangkitanNya.
Dengan kebangkitan itu, Kristus menunjukkan bahwa Dia tetap hidup dan bahwa Dia sungguh Putera Allah, karena tidak ada manusia yang dapat mengalahkan maut.
Lihat juga: Mensyukuri Kebangkitan Kristus
Lihat juga: Kerahiman dan Kuasa Kebangkitan
Kristus lalu mengatakan bahwa Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup.
Sebagai Putera Allah yang rela menjadi manusia, Dia mengajarkan Siapa Allah yang harus disembah dan apa yang dikehendaki Allah agar kita dapat memperoleh kebahagiaan abadi.
Semua yang diajarkanNya adalah jalan agar kita memperoleh kebahagiaan kekal itu.
Kristus adalah kebenaran karena Dia menyampaikan penafsiran-penafsiran akan Firman Tuhan sebagaimana yang memang dikehendaki Allah.
Dia juga menggenapi nubuat-nubuat para nabi tentang kedatangan Mesias, sehingga kita percaya bahwa setiap Firman Allah adalah benar, sekalipun sering sulit dimengerti.
Kristus adalah jaminan hidup kekal, hidup yang bukan berakhir dengan kematian di dunia, karena dengan kebangkitanNya dari alam maut, Dia sendiri membuktikan adanya kehidupan lain setelah kehidupan di dunia berakhir.
Kebangkitan Kristus dari alam maut, sangat penting bagi iman Kristiani kita, karena kalau hidupNya selesai di Golgota, bagaimana mungkin Dia dapat membawa kita kepada kehidupan yang kekal.
Karena itulah murid-murid Kristus diutus untuk terus memberi kesaksian tentang kebangkitanNya, seperti yang dilakukan Paulus.
Lihat juga: Menjadi Murid Kristus
Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru
Ada banyak hal yang dapat membuat hidup kita gelisah di tengah dunia yang serba tidak pasti. Tetapi mari kita pegang kata-kata Kristus: ‘Percayalah kepadaKu’.
Dia tidak pernah jauh dari kita. Dia tahu segala persoalan kita dan di dalam kasihNya, Dia pasti selalu memberi kekuatan dan jalan keluar.
Dalam kehidupan, suka duka pasti terjadi. Akan tetapi percayalah bahwa segala situasi kehidupan yang dibiarkan Allah terjadi pada diri kita, adalah bagian dari jalanNya untuk membawa kita semakin mengenal Allah, semakin mau bersatu dan mengandalkan Kristus, sehingga pada saatnya kitapun dapat dilayakkan masuk ke dalam kehidupan kekal.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Bekerja untuk Kehidupan Kekal
Lihat juga: Dialah Tuhan Andalan Hidup Kita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












