14 June 2024

Kiat Tanamkan Pola Pikir “Pro-Growth” Anak dan Remaja

3

HATIYANGBERTELINGA.COM – Orang tua dan pendidik dapat menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menanamkan pola pikir pro-growth atau bertumbuh pada anak dan remaja.

Langkah pertama, kata Psikolog anak dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI), Vera Itabiliana Hadiwidjojo, yaitu orang tua maupun pendidik harus memiliki kepercayaan dan keyakinan terhadap pentingnya pola pikir bertumbuh sebelum berbicara atau berdiskusi bersama anak.

“Kita sendiri pun (orang tua), deep insight di internal kita, juga harus percaya bahwa ada yang namanya small wins. Bahwa yang namanya ‘berhasil’ itu bisa berupa target kecil-kecil,” kata Vera saat konferensi pers virtual pada Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Kiat Bagi Orang Tua untuk Optimalkan Fungsi Sensoris Anak

Menurut Vera, pola pikir bertumbuh mengakui segala bentuk pencapaian.

Pola pikir ini memberikan makna kesuksesan dan prestasi yang diukur dari setiap tahap pencapaian.

Dengan menerapkan pro-growth, maka secara perlahan-lahan pencapaian dalam tataran signifikan pun dapat memiliki makna yang lebih mendalam.

Langkah kedua, Vera menyarankan agar orang tua dapat memberi apresiasi atas pencapaian kecil yang berhasil dilalui sang anak.

Baca juga: Empat Area Perkembangan Anak, Stimulasi Sangatlah Penting

Namun, ia menegaskan bahwa orang tua perlu menahan diri untuk tidak langsung menuntut target-target lain yang semakin memberatkan anak.

Sebagai contoh, pada awalnya orang tua berniat untuk memberi apresiasi ketika sang anak mendapatkan nilai bagus, tetapi harus dihindari menuntut target nilai yang lebih tinggi pada saat itu juga.

“Ketika kita sudah sepenuh hati percaya akan hal itu (pro-growth), maka ketika bicara bersama anak, kita bisa menghindari hal-hal yang berbau sarkas yang akhirnya bisa menjatuhkan anak,” tuturnya.

Baca juga: Empati Anak Perlu Dikembangkan Dalam Era Digitalisasi

Ketika orang tua telah mempercayai dan memahami pola pikir bertumbuh serta mampu menahan diri untuk tidak menuntut target-target berat, maka barulah langkah selanjutnya orang tua dapat mengajak anak untuk menyusun target-target kecil dalam jangka pendek.

“Ketika kita sudah percayakan hal itu, duduk bareng sama anak, ‘Yuk, kita bikin target kecil-kecil’. Contohnya, ‘Apa yang mau kamu capai dalam bulan ini’ atau ‘Apa yang mau kamu perbaiki’. Nah, di situ kita bisa ajak anak untuk sama-sama mengembangkan diri lewat small steps,” kata Vera.

Menyusun target kecil dapat berupa hal-hal sederhana, misalnya merencanakan bangun tidur 10 menit lebih awal sebelum sekolah daring dimulai.

“Itu juga sudah pencapaian, it’s a big deal. Kalau dengar dari cerita-cerita klien remaja saya, kebanyakan dari mereka bangun satu menit sebelum sekolah online dimulai, jadi nggak pakai mandi itu langsung buka laptop,” ujar Vera.

Baca juga: Enam Tahap Bermain Anak dapat Mencerminkan Perkembangan Sosialnya

Bahkan, untuk mencapai target mengurangi durasi bermain gim dan mengalihkan diri untuk belajar, kata Vera, perlu dilakukan secara bertahap small steps dan penuh kesabaran, tidak dilakukan secara instan.

“Saya punya banyak klien remaja yang memang struggling banget sama gim. Menurut saya, nggak mudah untuk mengalahkan keinginan bermain gim,” tuturnya.

Menurut Vera, penting untuk menyadari bahwa mengalahkan sesuatu di dalam diri sendiri juga merupakan bagian dari pencapaian yang patut diapresiasi. Dengan begitu, kepercayaan diri pada anak pun dapat bertumbuh dengan baik. (Antara)

Baca juga: Kiat Mendongengi Anak, Perlu Kata Ajaib


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

3 thoughts on “Kiat Tanamkan Pola Pikir “Pro-Growth” Anak dan Remaja

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading