Kiat Tanamkan Pola Pikir “Pro-Growth” Anak dan Remaja

HATIYANGBERTELINGA.COM – Orang tua dan pendidik dapat menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menanamkan pola pikir pro-growth atau bertumbuh pada anak dan remaja.

Langkah pertama, kata Psikolog anak dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI), Vera Itabiliana Hadiwidjojo, yaitu orang tua maupun pendidik harus memiliki kepercayaan dan keyakinan terhadap pentingnya pola pikir bertumbuh sebelum berbicara atau berdiskusi bersama anak.

“Kita sendiri pun (orang tua), deep insight di internal kita, juga harus percaya bahwa ada yang namanya small wins. Bahwa yang namanya ‘berhasil’ itu bisa berupa target kecil-kecil,” kata Vera saat konferensi pers virtual pada Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Kiat Bagi Orang Tua untuk Optimalkan Fungsi Sensoris Anak

Menurut Vera, pola pikir bertumbuh mengakui segala bentuk pencapaian.

Pola pikir ini memberikan makna kesuksesan dan prestasi yang diukur dari setiap tahap pencapaian.

Dengan menerapkan pro-growth, maka secara perlahan-lahan pencapaian dalam tataran signifikan pun dapat memiliki makna yang lebih mendalam.

Langkah kedua, Vera menyarankan agar orang tua dapat memberi apresiasi atas pencapaian kecil yang berhasil dilalui sang anak.

Baca juga: Empat Area Perkembangan Anak, Stimulasi Sangatlah Penting

Namun, ia menegaskan bahwa orang tua perlu menahan diri untuk tidak langsung menuntut target-target lain yang semakin memberatkan anak.

Sebagai contoh, pada awalnya orang tua berniat untuk memberi apresiasi ketika sang anak mendapatkan nilai bagus, tetapi harus dihindari menuntut target nilai yang lebih tinggi pada saat itu juga.

“Ketika kita sudah sepenuh hati percaya akan hal itu (pro-growth), maka ketika bicara bersama anak, kita bisa menghindari hal-hal yang berbau sarkas yang akhirnya bisa menjatuhkan anak,” tuturnya.

Baca juga: Empati Anak Perlu Dikembangkan Dalam Era Digitalisasi

Ketika orang tua telah mempercayai dan memahami pola pikir bertumbuh serta mampu menahan diri untuk tidak menuntut target-target berat, maka barulah langkah selanjutnya orang tua dapat mengajak anak untuk menyusun target-target kecil dalam jangka pendek.

“Ketika kita sudah percayakan hal itu, duduk bareng sama anak, ‘Yuk, kita bikin target kecil-kecil’. Contohnya, ‘Apa yang mau kamu capai dalam bulan ini’ atau ‘Apa yang mau kamu perbaiki’. Nah, di situ kita bisa ajak anak untuk sama-sama mengembangkan diri lewat small steps,” kata Vera.

Menyusun target kecil dapat berupa hal-hal sederhana, misalnya merencanakan bangun tidur 10 menit lebih awal sebelum sekolah daring dimulai.

“Itu juga sudah pencapaian, it’s a big deal. Kalau dengar dari cerita-cerita klien remaja saya, kebanyakan dari mereka bangun satu menit sebelum sekolah online dimulai, jadi nggak pakai mandi itu langsung buka laptop,” ujar Vera.

Baca juga: Enam Tahap Bermain Anak dapat Mencerminkan Perkembangan Sosialnya

Bahkan, untuk mencapai target mengurangi durasi bermain gim dan mengalihkan diri untuk belajar, kata Vera, perlu dilakukan secara bertahap small steps dan penuh kesabaran, tidak dilakukan secara instan.

“Saya punya banyak klien remaja yang memang struggling banget sama gim. Menurut saya, nggak mudah untuk mengalahkan keinginan bermain gim,” tuturnya.

Menurut Vera, penting untuk menyadari bahwa mengalahkan sesuatu di dalam diri sendiri juga merupakan bagian dari pencapaian yang patut diapresiasi. Dengan begitu, kepercayaan diri pada anak pun dapat bertumbuh dengan baik. (Antara)

Baca juga: Kiat Mendongengi Anak, Perlu Kata Ajaib


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Kecemasan Orang Tua Memperparah Alergi Anak

    HATIYANGBERTELINGA.COM – Dokter spesialis anak dari Universitas Indonesia dokter Tiara Nien Paramita M.Sc Sp.A mengatakan alergi yang terjadi pada anak dapat semakin parah jika orang tua terlalu panik dan cemas

    Kiat Persiapkan Anak Masuk Sekolah

    HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog klinis anak dan remaja lulusan Universitas Padjajaran Michelle Brigitta Shanny M.Psi Psikolog mengatakan selain usia, banyak yang perlu diperhatikan orang tua untuk mempersiapkan anak masuk ke lingkungan

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

    Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading