Mengikuti Kristus

1 Yohanes 3:7-10, Yohanes 1:35-42

Shalom,

Suatu kali ketika Yohanes Pembaptis sedang bersama dengan kedua muridnya (Andreas dan Yohanes), di tempat dia biasa membaptis, dia melihat Kristus lewat. Yohanes kemudian mengulang kesaksiannya tentang Kristus dengan mengatakan: ‘Lihatlah, (Dialah) Anak Domba Allah’.

Kedua muridnya itu tertarik melihat ‘Tokoh’ yang begitu dihormati gurunya. Mereka mengikuti Kristus dari belakang. Karena merasa diikuti, Kristus menoleh dan bertanya: ‘Apa yang kamu cari?’.

Lihat juga: Syarat Mengikuti Kristus

Kedua murid itu tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi malahan balik bertanya: ‘Rabi, di manakah Engkau tinggal?’.

Pertanyaan kedua murid ini bermakna  permohonan untuk menjadi murid, karena pada saat itu, seorang murid biasa tinggal bersama gurunya. Dengan begitu dia dapat belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan secara lisan oleh gurunya tetapi juga bagaimana melakukan ajaran-ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua murid tidak dapat menjawab pertanyaan Kristus, karena mereka juga tidak tahu apa yang sebenarnya mereka cari dengan mau menjadi muridNya.

Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru

Kristus tidak menjawab pertanyaan kedua murid tentang tempat tinggalNya, tetapi Dia mengijinkan mereka terus mengikutiNya agar suatu saat mereka sadar.

Dia ingin membawa mereka dan sebanyak mungkin orang untuk tinggal bersamaNya di Rumah BapaNya (Yohanes 14:2). Untuk itu mereka harus terlebih dulu mendengarkan dan melakukan apa yang akan Dia ajarkan, yaitu tentang kebenaran-kebenaran Ilahi yang memungkinkan semua orang yang mau percaya kepadaNya, memperoleh kekudusan yang memberi kebahagiaan dan kedamaian hidup.

Dengan menerima dan mentaati ajaran-ajaranNya, Kristus akan melayakkan kita untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12) dan pada saatnya tinggal bersama-samaNya di Rumah Bapa yang abadi.

Lihat juga: Mengampuni, Diampuni Allah Bapa

Konsekwensi untuk mau dilayakkan menjadi anak-anak Allah adalah siap untuk dirubah dan dibentuk Allah sehingga menjadi berbeda dengan anak-anak dunia yang hanya mengejar kenikmatan dan kebanggaan duniawi saja.

Rasul Yohanes menegaskan apa bedanya orang-orang yang menjadi anak-anak Allah dengan orang-orang yang menolak Kristus dan memilih untuk tetap dikuasai oleh tipu daya iblis dan dunia: ‘Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak iblis, setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya’ (1 Yohanes 3:10).

Lihat juga: Memberitakan Injil Allah

Apakah kita selama ini benar-benar mau belajar dan mengikuti Kristus, mau dibentuk dan diperbarui cara berpikir dan sikap hati kita? Atau jangan-jangan kita mau mengikuti Dia sebatas supaya apa yang kita inginkan dapat diperoleh dengan pertolongan mujizat-mukjizatNya?

Seringkali ketika datang kepada Kristus kita tidak siap untuk diubah dan mau mengikuti bimbinganNya dengan sepenuh hati. Kita tetap memegang erat-erat apa yg kita mau, apa yang kita pikirkan dan malahan ‘mencoba memaksa’ agar Allah yang mengikuti apa yang kita kehendaki. Padahal hanya Tuhan yang mengerti kebenaran-kebenaran sejati yang membawa kepada kebahagiaan.

Lihat juga: Kunci Bahagia: Nikmati Momen Saat Ini

Kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Kristus, mengantar Andreas dan Yohanes menjadi murid Kristus. Kesaksian Andreas membawa Simon, saudaranya menjadi murid Kristus.

Kesaksian Rasul Yohanes membawa banyak orang, baik yang mendengarkannya secara langsung maupun yg membaca tulisan-tulisannya di mana saja dan kapan saja untuk menjadi murid-murid Kristus yang tangguh.

Lihat juga: Kiat Mengenali Seluk-beluk Tulisan Feature

Demikian juga kalau kita hidup dalam kebenaran, dengan selalu mau mengasihi, menolong dan mengampuni orang-orang di sekitar kita, maka kita dapat membawa banyak orang untuk bertemu Kristus, sehingga kita bersama-sama dapat menemukan arti hidup yang sebenarnya.

Marilah kita lembutkan dan rendahkan hati di hadapan Allah, agar Dia yang Maha Tahu dan sangat mencintai setiap kita dapat membimbing dan meneguhkan kita untuk berubah, menjadi semakin dipenuhi kasih, sehingga kita dapat mencapai tujuan hidup sebenarnya, yaitu mengalami kebahagiaan sejati.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Dalam Perlindungan Tuhan


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading