Menghadirkan Allah di Tengah Dunia

Kisah Para Rasul 13:44-52,

Yohanes 14:7-14

Shalom,

Kristus mengatakan kepada para rasulNya: ‘Jika kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal BapaKu’.

Para rasul tidak mengerti apa yang dikatakan Kristus karena mereka merasa belum pernah melihat, apalagi mengenal siapa yang disebut Kristus sebagai BapaNya.

Di dalam kebingungan itu Filipus memohon kepada Kristus agar ditunjukkan, dikenalkan dengan siapa yang dimaksud dengan Bapa.

Lihat juga: Biarawati Asal Ambon Maknai Ziarah ke Rumah Allah Bapa Saat Jalan Sama Biksu Thudong dari Jakarta ke Candi Borobudur

Lihat juga: Tetap Taat dan Percaya di Saat Kecewa

Kristus kecewa mendengar permintaan Filipus itu.

Sudah sejak dari penyembuhan yang dilakukanNya di dekat kolam Betesda, Dia telah mengatakan bahwa semua yang dilakukanNya berasal dari Bapa, sehingga orang dapat mengenal Bapa dengan melihat apa yang dikerjakanNya (Yohanes 5:19).

Tetapi baru saat itu Filipus bertanya tentang Bapa, itupun karena Kristus mengatakan Dia segera akan pergi ke Rumah Bapa (Yohanes 14:2).

Dengan permintaan Fiipus itu jelas menunjukkan selama itu mereka belum mengerti siapa Bapa.

Lihat juga: Mengampuni, Diampuni Allah Bapa

Lihat juga: Menjadi Murid Kristus

Kristus lalu menegaskan lagi: ‘Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa’.

Tetapi untuk dapat melihat Bapa di dalam DiriNya, orang harus percaya bahwa Dia ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Dia.

Ada persatuan yang sangat erat antara Bapa dengan Kristus, sehingga segala yang dikatakan dan dikerjakan Kristus, sesungguhnya adalah kata-kata dan perbuatan Bapa sendiri.

Ini berarti Allah yang Maha Besar dan Agung, Pencipta dan Pemelihara segenap alam sentosa, dapat dikenal melalui Pribadi Kristus.

Kita tidak perlu mencari-cari lagi seperti apa Allah dan apa kehendakNya yang harus ditaati.

Lihat juga: Jangan Gelisah, Percayalah pada Allah

Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita

Kristus lalu mengatakan bahwa setelah Dia pergi, pekerjaan menghadirkan Allah dan mengungkapkan apa yang dikehendakiNya di tengah dunia ini harus diteruskan oleh orang-orang yang percaya kepadaNya:

‘Siapa saja yang percaya kepadaKu, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan bahkan yang lebih besar dari pada itu’ (Yohanes 14:12).

Melalui sakramen baptis, Roh Kudus dicurahkan kepada kita.

Karena Roh Kudus yang adalah Roh Kristus sendiri ada di dalam diri kita maka kita menjadi Tubuh mistik Kristus.

Kitalah yang harus mewujud nyatakan apa yang dikehendaki Kristus karena Roh sendiri tidak berbentuk.

Murid-murid Kristus terdiri dari banyak sekali orang dan tinggal di seluruh muka bumi, maka tugas Kristus untuk mewartakan Injil, dapat dilakukan di seluruh muka bumi.

Inilah maksud Kristus dengan mengatakan ‘melakukan hal yang lebih besar’, karena Kristus sendiri mewartakan Injil ‘sebatas’ di Palestina dan sekitarnya saja.

Lihat juga: Bersatu dengan Kristus untuk Memperoleh Hidup

Lihat juga: Berjaga-jagalah agar Tidak Jatuh ke dalam Dosa

Di Antiokia Pisida, Paulus menegaskan, keselamatan, pengampunan dosa tidak bergantung dari melakukan hukum-hukum yang disampaikan nabi Musa (Taurat), tetapi dari kepercayaan kepada Kristus (Kisah Para Rasul 13:39).

Di pulau itu, banyak orang-orang bukan Yahudi yang tertarik dengan cara hidup dan iman orang-orang Yahudi, tetapi tidak mau mengikuti semua yang ditulis di Taurat, karena Taurat sangat lekat dengan budaya Yahudi.

Kalau mereka benar-benar mengikuti apa yang tertulis di Taurat, termasuk hukum sunat, dengan sendirinya mereka menjadi orang Yahudi dan melepaskan kebangsaannya sendiri.

Karena itu ketika Paulus dan Barnabas dengan tegas mengatakan bahwa keselamatan bukan terkait dari melakukan hukum Taurat, tetapi dari kepercayaan kepada Kristus, ini menggembirakan mereka:

‘Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah (yaitu orang-orang bukan Yahudi) dan mereka memuliakan firman Tuhan’ (Kisah Para Rasul 13:48).

Tetapi apa yang disampaikan Paulus sangat mengecewakan para pemimpin Yahudi.

Mereka sangat bangga bahwa mereka bangsa pilihan Allah dan percaya bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh mereka atau orang-orang lain yang mau menjadi Yahudi.

Karena itu mereka marah kepada Paulus dan Barnabas. Dengan segala cara mereka berusaha keras mengusir keduanya dari daerah itu.

Lihat juga: Sohib Yesus Bilang ke Gue: Dasar Lu Orang Kurang Percaya!

Lihat juga: Kasih dan Kerendahan Hati

Kristus menegaskan bahwa pekerjaanNya adalah menghadirkan Kasih dan Kuasa Allah kepada semua orang, sehingga semua orang dapat melihat, mengenal dan tahu siapa dan apa yang dikehendaki Bapa.

Setelah Dia kembali bersatu dengan Bapa di surga, pekerjaanNya ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai murid-muridNya.

Kita dapat menghadirkan Allah di tengah dunia yang selalu sibuk dan penuh ketidakpastian ini, kalau kita membuka diri untuk bersatu dengan Kristus dan melakukan segala yang diajarkanNya: hidup dalam kasih Kristus, baik di dalam keluarga, di lingkungan maupun di tempat kita beraktivitas sehari-hari.

‘Demikianlah hendaknya terang (kasih)mu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga’ (Matius 5:16).

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Tanggapi Greysia-Aprilia akan Masuk Neraka, Pastor Kopong: Surga Tak Semurah Simbol

Lihat juga: Pastor Kopong: Yesus Naik ke Surga Sungguh Allah dan Sungguh Manusia, Bukan Manusia Biasa (Isa Almasih)


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading