Memperbarui Dunia dengan Perintah Kasih yang Baru

Kisah Para Rasul 14:21b-27,

Wahyu 21:1-5a,

Yohanes 13:31-33a, 34-35

Shalom,

Dalam perjamuan makan malam terakhir, Kristus memberi perintah untuk semua murid-muridNya:

‘Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi’.

Kristus mengatakan ini sebagai suatu Perintah Baru, karena di dalam hukum Taurat, mengasihi sesama didasarkan atas mengasihi diri sendiri dan untuk kelompok sendiri:

‘Jangan engkau menuntut balas dan jangan menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu melainkan kasihilah sesamamu, manusia seperti dirimu sendiri’ (Imamat 19:18).

Perintah untuk mengasihi sesama ini pada intinya melarang kita melakukan segala hal yang kita sendiri tidak ingin orang lain perbuat kepada kita.

Sebaliknya, lakukanlah segala yang baik yg kita ingin orang lain perbuat bagi kita.

Kedua hal ini disiratkan baik dalam Taurat maupun perintah Kristus.

Tetapi dalam perintah yang baru, yang dijadikan dasar adalah kasih Kristus kepada kita, bukan kasih kita kepada diri sendiri.

Lihat juga: Kasih dan Kerendahan Hati

Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita

-Kristus rela melayani para rasul dengan membasuh kaki mereka, walaupun Dia tahu bahwa mereka semua akan meninggalkan Dia saat Dia diadili.

Bahkan salah satu di antara mereka akan menghianatiNya.

-Kristus mengampuni semua orang yang telah membunuhNya dengan sangat keji.

Dia mengampuni walaupun orang-orang tersebut tidak meminta maaf atau menyesali perbuatannya.

Lihat juga: Pastor Kopong: Penista Agama dari “Mayoritas” Cukup Minta Maaf dan Meterai Selesai Kasusnya, Kalau “Minoritas” Tidak Berlaku!

Lihat juga: Hidup dalam Terang Kasih Allah

Dengan berdasarkan kasih Kristus itu kita harus tetap melayani semua orang, meski orang tersebut tidak menghargai pelayanan dan pengorbanan kita.

Kita harus tetap mengampuni orang yang berbuat salah, yang menyakitkan kita, walaupun orang itu tidak meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

Kita akan dimampukan melakukan hal yang sebenarnya melampaui kodrat kita sebagai manusia, karena melalui pembaptisan, Roh Kristus ada di dalam diri kita dan karena Kristus telah memberi contoh nyata.

Pelayanan, pengampunan dan kasih kita, tidak boleh lagi didasarkan bagaimana sikap atau penerimaan sesama, tetapi karena ingin bersyukur dan membalas kasih Kristus kepada kita, dengan mentaati perintahNya.

Dengan perintah kasih itu Kristus memperbarui sikap hati dan cara berpiki kita.

Lihat juga:Menyatakan Kedalaman Kasih

Lihat juga: Menjadi Wajah Belas Kasih Allah

Yohanes Rasul memperoleh penglihatan yang menakjubkan di dalam pembuangannya:

‘Aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu dan lautpun tidak ada lagi’ (Wahyu 21:1).

Langit dan bumi yang pertama telah berlalu, bukan karena Tuhan kembali mendatangkan bencana alam dahsyat untuk menghancurkan dunia yang sudah sangat kotor dengan dosa, lalu mencipta kan dunia yang baru.

Yang diperbarui bukan alam semesta tetapi cara berpikir dan sikap hati semua orang sehingga dapat saling mengasihi seperti Kristus mengasihi setiap kita.

Bagi orang Yahudi, laut dipercaya sebagai tempat berkumpulnya kuasa-kuasa jahat.

Di dalam dunia yang baru, Yohanes tidak melihat ada laut lagi. Ini berarti tidak ada lagi unsur-unsur jahat yang dapat membuat manusia tega berbuat kejam kepada sesama dan merusak alam semesta demi kesenangan dan kepuasan diri.

Di dalam dunia yang baru akan tercipta kedamaian dan kebahagiaan sejati.

Tidak ada lagi iri, dengki, kemarahan, percabulan dan keserakahan, karena sumber dari segalanya itu, yaitu cinta diri, telah dipatahkan oleh kasih yang diajarkan dan diteladani Kristus.

Lihat juga: Menjadi Murid Kristus

Lihat juga: Bersatu dengan Kristus untuk Memperoleh Hidup

Mengikuti petunjuk dan bimbingan Roh Kudus, Paulus dan Barnabas mengunjungi banyak daerah yang penghuninya kebanyakan bukan orang Yahudi.

Setelah mewartakan Injil Kristus di kota Derbe, Paulus dan Barnabas mengunjungi kembali kota Listra, Ikonium dan Antiokhia, kota-kota yang pemimpin-pemimpinnya pernah menyiksa dan mengusir mereka berdua.

Tetapi Paulus dan Barnabas terdorong oleh kasihnya kepada Kristus, dengan sangat berani datang kembali ke kota-kota tersebut, karena mereka ingin meneguhkan iman orang-orang yang telah percaya kepada Kristus.

Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya

Lihat juga: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup

Setelah perjumpaannya dengan Kristus di luar kota Damsyik, Paulus benar-benar telah menjadi manusia baru, yang dengan kuasa Roh Kudus mewartakan Injil Kristus kepada banyak orang, utamanya bangsa-bangsa yang bukan Yahudi.

Setelah mengalami sendiri pengampunan, kasih dan kuasa Kristus, dengan sangat berani dan penuh semangat dia menyediakan diri dipakai Kristus untuk mengubah banyak orang agar merekapun mengalami kasih dan kuasa Kristus dan mau berubah.

Paulus mengambil bagian secara sangat aktif untuk menciptakan dunia baru seperti yang dilihat Yohanes Rasul.

Lihat juga: Ilmuwan Temukan Fakta Baru Relikwi Rasul Filipus dan Yakobus

Lihat juga: Komitmen dan Kesetiaan Mengasihi Allah

Kristus memberi kita semua perintah untuk saling mengasihi seperti Dia mengasihi kita.

Malahan Kristus mengatakan, tanda yang nyata sebagai muridNya adalah kalau kita saling mengasihi.

Mari kita ikuti teladan Santo Paulus dan Santo Barnabas. Nyatakanlah rasa syukur dan kasih kepada Kristus dengan mentaati perintah-perintahNya dan membagikan kasih yang telah kita alami kepada sebanyak mungkin orang.

Dengan semakin banyak orang yang mau percaya dan taat kepada ajaran-ajaran Kristus, dunia baru seperti yang dilihat Yohanes Rasul, akan segera terwujud.

Semoga kitapun mau mengambil bagian secara aktif dan penuh semangat untuk menciptakan dunia baru dengan dasar perintah kasih yang baru.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Kasih adalah Dasar Kebahagiaan

Lihat juga: Kasih Menyelamatkan Kita


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading