Jangan Pernah Putus Asa

Bilangan 11:4b-15
Matius 14:13-21

Shalom,

Ketika Kristus mendengar Yohanes Pembaptis telah dibunuh Herodes, Dia menyingkir ke tempat yang sunyi.

Dia tahu Herodes yang menganggap Dia sebagai Yohanes yang telah bangkit, dapat setiap saat memerintahkan orang-orangnya membunuh Dia.

Karena waktuNya belum tiba untuk menebus dosa manusia, Kristus memilih menyingkir ke tempat yang sunyi ke seberang danau.

Tetapi orang banyak yang melihat Dia menyeberang dengan perahu, terus berusaha mengikuti Dia.

Karena tidak ada perahu lagi yang dapat membawa mereka ke seberang, mereka rela memutari danau lewat jalan darat.

Saat Kristus sampai di seberang, Dia melihat ada begitu banyak orang sudah menungguNya.

Tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan sehingga Dia memilih untuk kembali mengajar dan membuat banyak mujizat penyembuhan.

Lihat juga: Antara Mujizat dan Iman

Lihat juga: Menghayati Makna Mendalam Mujizat Pergandaan Roti dan Ikan

Di dalam kesulitan hidup, kalau kita sungguh-sungguh berharap kepada Kristus dan terus berusaha mendekat kepadaNya seperti yang dilakukan orang banyak itu yang rela berjalan kaki mengelilingi danau, Kristus tentu akan berbelas kasih dan menolong kita untuk memberi yang terbaik.

Jangan pernah berputus asa seperti orang-orang yang kurang iman.

Jangan malahan menjauhiNya dengan mencari allah-allah yang lain.

Menjelang malam, para rasul mengingatkan Kristus bahwa di tempat sepi itu tidak ada orang yang berjualan makanan sehingga orang-orang itu dapat kelaparan ketika kembali berjalan mengelilingi danau untuk pulang.

Kristus menolak usulan para rasul dan malah meminta mereka yang memberi orang banyak itu makan.

Para rasul merasa tidak sanggup karena mereka juga tidak tahu di mana ada orang yang menjual begitu banyak roti dan kalaupun ada, mereka juga tidak punya uang untuk bisa membelinya.

Ketidaksanggupan para rasul ini sama seperti nabi Musa yang merasa tidak sanggup memenuhi tuntutan orang-orang Israel yang menangis di depan kemahnya, karena sangat rindu untuk makan daging atau ikan seperti di Mesir.

Musa mengeluh kepada Tuhan: ‘Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku’ (Bilangan 11:13 -14).

Lihat juga: Roti Kehidupan

Lihat juga: Yesus Makan Ikan Bakar dan Roti Panggang, Bangkit!

Dalam situasi terdesak saat itu, Musa tidak ingat bagai mana Allah telah menolong mereka untuk menyeberangi laut Teberau dengan kuasaNya yang dahsyat dan memberi makan ratusan ribu orang di padang gurun setiap hari dengan manna.

Musa tidak ingat bahwa bagi Allah tidak ada hal yang tidak mungkin.

Di dalam kehidupan sehari-hari, kadang kitapun merasa beban hidup terlalu berat.

Apalagi kalau merasa pengorbanan kita tidak dihargai oleh orang lain dan tidak ada yang mau peduli dengan segala kesulitan yang harus dihadapi.

Seperti Musa kita mungkin mengeluh kepada Tuhan dan nyaris putus asa.

Kita sering lupa bagaimana di waktu-waktu yang lalu Allah telah begitu sering menolong kita dengan kasih dan kuasaNya yang dahsyat.

Para rasul hanya memiliki 5 roti dan 2 ekor ikan, yang hanya cukup untuk mengenyangkan dua orang dewasa saja. Kristus meminta roti dan ikan itu.

Setelah menerimanya, Dia mengucap syukur kepada Tuhan, memecah-mecah roti itu dan kemudian memberikan kepada para rasul untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak itu.

Lihat juga: Ilmuwan Temukan Fakta Baru Relikwi Rasul Filipus dan Yakobus

Lihat juga: Ekaristi: Roti Kehidupan Abadi dan Sakramen Kesatuan

Ternyata semua orang yang berjumlah 5000 laki-laki, belum termasuk para wanita dan anak-anak, dapat makan sampai kenyang.

Melalui nabi Musa, Allah membuat mujizat memberi makan ratusan ribu laki-laki bersama keluarganya di padang gurun dengan manna yang memberi mereka kekuatan untuk mencapai Tanah Terjanji.

Melalui mujizatNya, Kristus memberi makan makanan jasmani di tempat yang sunyi itu kepada rubuan orang, sehingga orang-orang itu dikuatkan untuk pulang ke rumah dengan selamat.

Peristiwa-peristiwa dahsyat ini melambangkan bagaimana Allah akan terus memberi kita makanan rohani untuk memimpin kita agar pada saatnya, dapat dilayakkan pulang ke Rumah Bapa.

Yang diberikan Allah kepada kita bukan lagi roti dan ikan tetapi Tubuh dan Darah PuteraNya sendiri.

Setelah para rasul membagi-bagikan roti, ternyata sisanya setelah dikumpulkan ada 12 bakul penuh.

Hal ini melambangkan bahwa ketika kita berharap kepada Tuhan, Dia bukan hanya mencukupi saja, tetapi memberi kita berkat berkelimpahan yang harus kita salurkan kepada banyak orang.

Lihat juga: Menghayati Mujizat di Kana

Lihat juga: Mujizat Kasih

Karena itu, marilah kita selalu ingat. Di saat merasa beban hidup begitu berat, ketika merasa tidak sanggup lagi menanggung sakit penyakit, masalah rumah tangga, keadaan ekonomi yang menekan dan lain-lain tetaplah percaya kepada Kristus.

Carilah Dia dengan penuh harapan dan kepercayaan seperti ribuan orang yang tidak putus asa ketika melihat Kristus menyeberangi danau dengan satu-satunya perahu yang ada saat itu.

Tetap taatlah kepada FirmanNya dan ikuti bimbinganNya, seperti para rasul yang mengikuti apa yang diperintahkan Kristus, meskipun di dalam pikiran mereka, hal itu adalah sesuatu yang mustahil.

Segala sesuatu yang masuk akal dan sanggup kita lakukan, adalah bagian yang harus kita lakukan dengan penuh syukur.

Tetapi untuk hal-hal yang tidak mungkin, serahkanlah kepada Tuhan dengan penuh iman.

Dengan kasih dan kuasaNya, segala yang mustahil menjadi sangat mungkin bagi Dia.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Perbuatan Kasih Tidak Ada yang Sia-sia

Lihat juga: Kasih Kristiani Mengatasi Dendam


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading