10 Kebiasaan Mempercepat Penurunan Kognitif

HATIYANGBERTELINGA.COM – Pola gaya hidup membentuk dan memengaruhi cara otak berfungsi. Namun, kebiasaan tertentu dalam menjalani hidup dapat memengaruhi kesehatan otak, salah satunya penurunan kognitif.

Otak beradaptasi dan belajar sepanjang hidup, tetapi kesehatannya dapat memburuk dengan cepat jika terpapar kebiasaan gaya hidup buruk tertentu, kata Konsultan Geriatri, di Ruby Hall Clinic Pune Dr. Virajrao Kore.

Lihat juga: Cara Mencegah Demensia

Lihat juga: Perbedaan Sakit Kepala Migrain dengan Vertigo

“Otak, yang sering digambarkan sebagai pusat kendali tubuh, adalah organ yang rumit dan terus berkembang,” kata Dr. Virajrao Kore, dilansir dari Hindustan Times, Senin (14/4/2025).

Dr. Virajrao Kore lebih lanjut mencatat kebiasaan-kebiasaan negatif yang dapat memengaruhi fungsi otak dan juga menyebabkan penurunan kognitif, di antaranya:

Lihat juga: Waspadai Tiga Jenis Minuman Berisiko Demensia

Lihat juga: Anak Mendengkur Jadi Sinyal Bahaya

1. Kurang tidur

Tidur adalah saat otak memperbaiki dirinya sendiri dan mengonsolidasikan ingatan.

Kurang tidur kronis mengganggu proses ini, yang menyebabkan masalah ingatan, penurunan fungsi kognitif, dan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Lihat juga: Manfaat dari Efek Tidur Siang Sesaat

2. Stres

Stres yang terus-menerus membanjiri otak dengan kortisol, yang mengganggu daya ingat dan mengecilkan hipokampus, area yang bertanggung jawab untuk belajar dan emosi.

Lihat juga: Stres Sebabkan Sakit Punggung

3. Isolasi sosial

Manusia adalah makhluk sosial, dan isolasi dapat menyebabkan kesepian, depresi, dan bahkan penurunan kognitif.

Kurangnya interaksi membuat otak tidak mendapatkan stimulasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kemampuan beradaptasi.

Lihat juga: Peran Gereja dalam Perlindungan Sosial

4. Merokok

Merokok membatasi aliran darah ke otak, merusak neuron, dan secara signifikan meningkatkan risiko stroke dan demensia.

Gantilah rokok dengan kebiasaan yang lebih sehat seperti mengunyah permen karet bebas gula atau berolahraga.

Lihat juga: Olah Raga Malam untuk Lansia

5. Waktu di depan layar yang berlebihan

Paparan layar yang terlalu lama akan membebani otak, mengganggu siklus tidur, dan mendorong gaya hidup yang tidak banyak bergerak, yang semuanya berdampak pada kesehatan kognitif.

Lihat juga: Dampak Bagi Anak Makan Sambil Main Gawai

6. Mengonsumsi gula berlebih

Konsumsi gula yang berlebihan memicu peradangan, mengganggu regulasi insulin, dan merusak sinyal otak, yang menyebabkan masalah memori dan penurunan kognitif.

Lihat juga: Tujuh Tips Efisiensi Uang untuk Bahan Makanan di Rumah

7. Kurang aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik mengurangi aliran darah dan pengiriman oksigen ke otak, sehingga menghambat kemampuan otak untuk membuat koneksi saraf baru.

Lihat juga: Orang Tua Ajaklah Anak Aktif Bergerak

8. Minum alkohol berlebih

Mengonsumsi alkohol yang berlebihan merusak neuron dan mengganggu komunikasi antara sel-sel otak, yang menyebabkan hilangnya ingatan dan gangguan kognitif jangka panjang.

Lihat juga: Milenial Banyak Alami Hipertensi, The Silent Killer Usia 22-40 Tahun

9. Mengonsumsi makanan olahan berlebih

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung bahan olahan, lemak tidak sehat, dan gula menyebabkan obesitas, peradangan, dan kesehatan otak yang buruk.

Lihat juga: Tips Diet Sehat untuk Penderita Obesitas

10. Penyalahgunaan zat

Penggunaan narkoba untuk rekreasi sangat memengaruhi struktur dan fungsi otak, yang menyebabkan gangguan kognitif dan emosional jangka panjang.

Lihat juga: Normalisasi Kehidupan dengan Lindungi Kesehatan Jiwa

Lihat juga: 10 Rahasia Buat Anak Jadi Lebih Cerdas


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading