Jangan Takut untuk Diutus

Kejadian 49:29-32, 50:15-24

Matius 10:24-33

Shalom,

Kristus memerintahkan para muridNya, termasuk kita saat ini, untuk mewartakan Injil kepada semua orang di manapun kita berada.

Tetapi dengan terus terang, Dia juga mengatakan, di dalam melakukan tugas pewartaan itu kita akan menghadapi banyak tantangan dan godaan.

Meskipun begitu, janganlah menjadi begitu takut sehingga tidak berani melakukan tugas ini.

Ada berbagai ketakutan yang dapat membuat kita ragu melakukan tugas perutusan ini: takut salah dalam mengajar, takut pewartaan ditolak karena tidak dimengerti orang-orang yang mendengarkannya, takut menghadapi ancaman-ancaman yang menyakitkan jasmani maupun rohani dari orang-orang-orang yang dikuasai roh jahat dan lainnya.

Untuk mengatasi berbagai ketakutan itu Kristus mengatakan, seorang murid tidak lebih dari pada gurunya.

Kristus sendiri mengalami banyak tantangan: ditolak, difitnah, dicobai, perintahNya diabaikan oleh orang yang telah disembuhkanNya dan lain-lainnya.

Jadi kalau dalam melaksanakan tugas perutusan kita mengalami hal-hal yang sama, adalah sesuatu yg memang harus diterima dengan lapang dada sebagai suatu ujian untuk memurnikan dan meneguhkan pelayanan kita.

Kesulitan-kesulitan atau tantangan-tantangan jangan cepat diartikan bahwa Tuhan tidak berkenan dengan pelayanan kita.

Lihat juga: Kasih Tuhan Terwujud melalui Pelayanan Harian Kita

Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk

Dalam pewartaan, kita memang perlu berhati-hati supaya jangan menyampaikan pemahaman yang keliru kepada orang lain.

Tetapi di sisi lain Kristus mengatakan: ‘Jangan takut karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka’.

Kita tidak mungkin dapat memahami semua Firman Tuhan dengan segala makna di dalamnya yang sangat dalam.

Tetapi kalau Tuhan berkenan dan kita tetap setia, setahap demi setahap Tuhan akan membukakan pemahaman-pemahaman itu sesuai dengan kemampuan kita.

Setelah kebenaran-kebenaran Firman itu dibukakan untuk kita, Kristus ingin apa yang telah kita pahami, dapat disampaikan juga kepada banyak orang, sehingga dapat membantu mereka memahami Firman Tuhan yang semula tertutup artinya.

Janganlah menunggu sampai merasa sudah tahu segalanya baru mau mulai berbagi pengertian, karena semakin kita mengetahui banyak, semakin kita akan merasa belum banyak tahu.

Lihat juga: Kristus Selalu Ada di Tengah Kita

Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus

Terhadap ancaman-ancaman penganiayaan, Kristus mengatakan: ‘Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka’.

Kalau kita dibenci karena melakukan dan menyampaikan apa yang diajarkan Kristus, bukan dibenci karena sikap arogan, munafik dan angkuh, Kristus mengatakan, maksimal yang dapat dilakukan orang tersebut adalah menyiksa dan membunuh tubuh kita.

Janganlah karena takut menghadapinya, kita malahan memilih melawan kehendak Allah, karena Allah bukan hanya dapat membunuh tubuh tetapi juga jiwa kita.

Orang yang membenci kita maksimal hanya dapat mengakhiri hidup kita di dunia, tetapi kematian orang yang taat kepada Kristus justru merupakan jalan terbaik untuk dilayakkan masuk ke dalam surga, untuk berkumpul dan berbahagia bersama Kristus dengan para martir dan orang-orang kudusNya.

Percayalah, Tuhan tidak pernah lengah menjaga kita dan mengabaikan doa-doa kita,tetapi rancanganNya memang tidak selalu dapat dimengerti:

‘Bukankah dua ekor burung pipit dijual seharga satu keping uang terkecil? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu’.

Lihat juga: Biarawati Asal Ambon Maknai Ziarah ke Rumah Allah Bapa Saat Jalan Sama Biksu Thudong dari Jakarta ke Candi Borobudur

Lihat juga: Mengampuni, Diampuni Allah Bapa

Kristus lalu memperingatkan kita semua: ‘Siapa orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di surga’.

Mengakui Kristus berarti mengakui kebenaran ajaran-ajaranNya dan mau melakukannya di dalam segala aktivitas kehidupan.

Tetap mengasihi orang yang membenci, mau selalu mengampuni orang yang telah menyakiti adalah hal yang bodoh dan sia-sia di mata dunia.

Tetapi itulah yang diajarkan Kristus untuk dilakukan.

Maukah kita percaya dan melakukannya sebagai konsekwensi menjadi murid Kristus sejati?

Lihat juga: Kristus Membangun Jemaat di atas Batu Karang

Lihat juga: Mengasihi Sesama Seperti Kristus Mengasihi Kita

Setelah Yakub meninggal di tanah Mesir, saudara-saudara kandung Yusuf sangat kawatir Yusuf akan membalas kekejaman mereka kepadanya di waktu yang lalu.

Begitu takutnya, sampai-sampai mereka datang bersujud di hadapan Yusuf memohon ampun (Kejadian 50:18) tanpa mereka sadari.

Aalahang mereka lakukan adalah pemenuhan nubuat yang disampaikan Yusuf saat dia masih muda (Kejadian 37:7). Tetapi Yusuf mempunyai hati yang mulia. Dengan tulus dia mengampuni saudara-saudaranya.

Dia juga bersaksi, pengampunannya itu bukan karena saudara-saudaranya telah bersujud di depannya, tetapi sebagai wujud syukur dia kepada Tuhan:

‘Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, memelihara hidup suatu bangsa yang besar’ (Kejadian 5:20).

Yusuf bersaksi dan mengakui kebesaran Allah di depan saudara-saudaranya dengan kata-kata dan perbuatannya, di saat pintu untuk membalas dendam terbuka lebar.

Lihat juga: Menjadi Saksi Kebenaran

Lihat juga: Bersaksi Setelah Disembuhkan

Apa yang terjadi pada Yusuf adalah suatu bentuk nubuat Allah terhadap kedatangan Mesias.

Para imam kepala dan orang-orang Farisi merencanakan pembunuhan terhadap Kristus dengan cara yg paling kejam yaitu dengan penyaliban karena mereka cemburu kepadaNya. Tetapi Allah mengubah rancangan jahat mereka menjadi suatu karya penyelamatan, penebusan dosa manusia

Kristus telah mengingatkan kita agar tidak takut melaksanakan tugas perutusan untuk menghadirkan Kerajaan Surga di tengah dunia saat ini.

Janganlah takut mengakui Kristus di manapun kita berada dan dalam segala aktivitas kehidupan kita.

Lakukanlah apa yang telah Dia ajarkan, meskipun dunia mencemoh dan mentertawakan  kita.

Semoga kita selalu punya semangat dan keberanian melakukannya, bukan untuk mencari upah atau balasan, tetapi untuk menunjukkan bahwa kita sungguh murid-murid Kristus sejati.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru

Lihat juga: Yesus Mencela Kede gilan Hati Murid-Nya


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading