Kiat S.E.H.A.T Cegah Ghosting dan KDRT

HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog klinis Teresa Indira Andani M.Psi menyampaikan langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk mencegah perilaku menghilang tiba-tiba tanpa kabar atau ghosting serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, istilah ghosting digunakan untuk menyebut tindakan seseorang mengakhiri komunikasi secara tiba-tiba tanpa memberikan penjelasan kepada pasangannya.

Lihat juga: Awas Ghosting-KDRT, Kenali Pasangan Sebelum Menikah

Lihat juga: Seberapa Lekat Anda dengan Pasangan? Kenali Tipe-tipe Kelekatannya!

Dalam kehidupan pernikahan dan rumah tangga, istilah itu juga digunakan untuk merujuk pada orang yang meninggalkan pasangan tanpa alasan yang jelas.

Teresa mengemukakan bahwa perilaku ghosting dapat muncul karena kurangnya keterampilan komunikasi yang sehat serta ketidakmampuan individu menghadapi konflik.

Lihat juga: Lakukan 12 Hal “Kecil” Ini Agar Pasangan Semakin Cinta

Lihat juga: Momen Valentine, 59 Pasangan Thailand Menikah di Atas Gajah

Dalam perspektif psikologis, ia mengatakan, individu dengan kecenderungan ghosting biasanya sulit menghadapi konflik atau membangun keintiman emosional sehingga memilih menghindar daripada berkomunikasi.

Munculnya perilaku semacam ini dalam rumah tangga, menurut dia, mencerminkan pola hubungan yang tidak sehat serta kurangnya komunikasi dan kedewasaan emosional.

Lihat juga: Suami Istri Tidak Sekedar Keintiman Fisik

Lihat juga: Ayah yang Tidak Sempurna 2024

“Pasangan tidak terbiasa menyelesaikan masalah dengan sehat cenderung menutup diri (stonewalling) atau menghilang untuk menghindari ketegangan,” katanya melansir ANTARA, Jumat (11/4/2025).

“Beberapa orang merasa tidak siap menghadapi percakapan sulit, terutama dalam keputusan besar seperti perceraian, sehingga memilih memutus komunikasi tanpa penjelasan,” ia menambahkan.

Lihat juga: Aspek-aspek Penting Sebelum Menikah

Lihat juga: Perjanjian Pranikah Bukan Kewajiban

Teresa menyampaikan bahwa kemampuan berkomunikasi secara sehat mencerminkan kematangan emosional seseorang.

Orang yang belum matang secara emosional cenderung menghindari tanggung jawab dalam hubungan, termasuk dalam menyelesaikan konflik dan mengakhiri hubungan.

Lihat juga: Perlunya Persiapan Pernikahan Agar Bahagia

Lihat juga: Lazio Berikan Dana Rp31 Juta untuk Tiap Pasangan Menikah

Teresa mengatakan bahwa tekanan sosial dan budaya juga berpengaruh pada kemampuan individu menyampaikan secara terbuka keinginannya untuk berpisah, membuat individu tertentu memilih untuk menghindari berhadapan langsung dengan pasangan.

Selain dapat menyebabkan ghosting, Teresa menyampaikan, masalah komunikasi dengan pasangan dapat memicu KDRT.

Lihat juga: Sikap Asertif Selesaikan Konflik Keluarga

Lihat juga: Tips Kelola Keuangan Keluarga dari Selebritas

Ketimpangan kekuasaan yang umumnya menguntungkan laki-laki membuat pihak perempuan tidak dapat menyampaikan keinginan secara terbuka.

Kondisi yang demikian berpeluang memunculkan kekerasan dalam rumah tangga.

Lihat juga: Tujuh Tips Efisiensi Uang untuk Bahan Makanan di Rumah

Lihat juga: Tiga Dampak Bullying Anak Berawal dari Rumah

Teresa menekankan pentingnya pasangan membangun komunikasi yang terbuka dan sehat dalam upaya mencegah ghosting maupun KDRT.

“Pasangan perlu membangun komunikasi terbuka, belajar mengelola konflik dengan sehat, dan memiliki kesiapan emosional sebelum menikah,” katanya.

Lihat juga: Tips Dapat Restu Orangtua dan Calon Mertua

Lihat juga: Tips Dapat Restu Orangtua dan Calon Mertua

Teresa menyampaikan bahwa penerapan prinsip SEHAT, yang mencakup Sadari, Evaluasi, Hadapi masalah, Afirmasi, dan Tetapkan batasan, penting dalam membangun fondasi relasi yang kuat dan seimbang.

Menurut dia, komunikasi yang terbuka dan asertif diperlukan agar pasangan dapat memahami satu sama lain, mengingat setiap individu memiliki kebutuhan emosional seperti keinginan dihargai, didukung, atau diberi ruang berkembang.

Lihat juga: Tujuh Arti Mimpi Diselingkuhi Gambarkan Situasi Emosional

Lihat juga: Anak Bahagia karena Orang Tua Mengasuhnya dengan Cinta

Teresa mengatakan bahwa pola komunikasi yang tidak sehat seperti menghindari konflik atau menggunakan kekerasan sebagai bentuk kontrol dapat merusak hubungan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, menurut dia, mengevaluasi cara pasangan menyelesaikan masalah sejak dini penting untuk memahami pola komunikasi pasangan.

Lihat juga: Hindari Pertengkaran Ketika Ibu Libatkan Ayah Mengurus Anak

Lihat juga: Ayah Ibu Miliki Peran Sama dalam Asuh Anak

Teresa menyampaikan bahwa pembuatan kesepakatan yang adil, dukungan timbal balik dalam rumah tangga, dan penetapan batasan pribadi yang jelas dapat membantu meminimalkan risiko kekerasan dalam rumah tangga.

“Menerapkan prinsip SEHAT dalam hubungan akan membantu pasangan membangun rumah tangga yang lebih stabil, setara, dan bebas dari pola hubungan yang merugikan,” katanya.

Lihat juga: Enam Ide Kegiatan Keluarga Saat Anak Liburan di Rumah

Lihat juga: Lima Tips Tinggal Sama Orang Tua

Ia menyampaikan bahwa intervensi psikologis dan hukum yang lebih ketat juga dibutuhkan dalam upaya pencegahan KDRT.

“Serta edukasi tentang hubungan sehat, yang berbasis kesetaraan dan komunikasi, bukan kontrol dan dominasi,” katanya.

Lihat juga: Bercerita Dapat Cegah Bunuh Diri

Lihat juga: Lansia Latihan 30 Menit dapat Cegah Jatuh Sekaligus Tetap Aktif


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading